We Are Like Lover. Pasangan Yang Kasmaran [2]
.
.
.
Rali tersenyum lebar saat keluar dari kamar melihat Harsa sudah duduk di sofa, pria itu sedang menonton televisi.
Segera ia menghampiri Harsa lalu duduk di sebelah pria itu. Tidak lupa memeluknya.
Harsa sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari televisi, tapi tangan kirinya memeluk pinggang Rali, merapatkan tubuh mereka. Membuat Rali tidak bisa berhenti tersenyum.
Walau Harsa tidak sering menginap di sini, tapi pria itu sesekali menemaninya dan pasti tidak mengabarinya jika ia akan bertandang ke unitnya. Selalu datang mendadak.
"Tadi seru banget jalan-jalan bareng Kiki sama Ica," ujar Rali karena tau jika Harsa bukanlah orang yang banyak bertanya. Tapi, pria itu seperti kebanyakan orang yang juga ingin tau.
Tangannya menarik kepala Harsa lalu memberi kecupan pada pipi pria itu membuat pria itu membalas tatapannya. "Kamu udah makan?"
"Belum."
"Udah mau makan?"
"Belum. Nanti aja."
Rali mengangguk dan kembali tersenyum membuat Harsa mengkerutkan kening heran menatap wanita itu yang sangat terlihat bahagia. "Ada apa? Kok kamu kelihatan seneng banget?"
Menggeleng pelan, Rali menjawab,"Gak kok. Seneng aja. Apalagi kalau lihat senyum kamu. Where your smile?"
Harsa tersenyum. Sangat tipis dan singkat. Kembali menunjukkan wajah tanpa ekspresi membuat Rali gemas dan kesal sekaligus. Sangat sukar membuat pria itu tersenyum.
Lalu keduanya larut dalam menonton. Kepala Rali bersandar di pundak Harsa, keduanya saling berangkulan pinggang. Tubuh mereka berdempet, tidak terpisahkan.
Sungguh, keduanya terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang kasmaran.
"Tadi aku sempet cerita-cerita sama Kiki dan Ica. Sharing pengalaman kita masing-masing. Mereka berdua asyik banget ditemenin ngobrol. Aku ngerasa seumuran mereka tau, gak?"
"Padahal udah tua."
Rali mendelik kesal mendengar cibiran Harsa yang kelewat lempeng. Bahkan pria itu tidak mengalihkan tatapan dari televisi.
"Dari dulu aku pengen banget punya adik cewek. Biar bisa sharing. Tukeran baju. Berantem cuma karena hal sepele... ya semuanya cuma angan-angan aja."
"Kamu punya adik?".
Rali menggeleng pelan. "Aku anak tunggal." Lalu menegakkan kepala, menatap Harsa yang juga balas menatapnya. "Aku punya dua kakak tiri. Umurnya sih gak jauh beda dari aku. Kakak pertamaku beda dua tahun sementara kakak keduaku cuma beda tujuh bulan kalau gak salah."
Senyum getir Rali terbit lalu tertawa hampa. Tidak menyangka ia akan menceritakan tentang kakak tirinya dengan Harsa. Bahkan dengan Romero saja ia enggan melakukan hal ini. Entah kenapa ia ingin berbagi cerita dengan Harsa.
Mami dan Daddy bercerai ketika ia duduk di bangku kelas tujuh. Padahal Rali sangat ingin ikut dengan Daddy karena tidak menyukai kebiasaan Mami yang sering membawa pria acak setiap malamnya.
Apalagi jika sudah menyaksikan adegan tidak senohoh yang belum pantas ia saksikan membuatnya semakin muak dan lari dari rumah.
Nekat menyusul Daddy yang ia ketahui menetap di Malang.
KAMU SEDANG MEMBACA
EXONERATE
ChickLit[series3] #PROJECT 3 ___________ ⚠️21+ EXONERATE : "Bebas dari segala beban hidup yang selama ini dirasakan". __________ Copyright ©2021, NanasManis start [20/2/21] end [5/5/21]
