Bintik Syalan|32|

688 54 8
                                        

Seorang gadis dengan hanfu putih sederhana, berlari cepat di sepanjang jalan di sekitar Paviliun lotus Putih.

Langkah demi langkah kaki mungil nan ramping itu ambil. Nafas sang gadis terdengar terenga-engah. Manik Berry menatap objek kecil yang berterbangan cepat tepat di hadapannya dengan jarak 4 meter.

Gadis itu, Hyo Hwa berlari mengajar objek berupa bintik putih keunguan yang berterbangan jauh menghindari sosoknya yang tengah mengejar.

Kata-kata mutiara gadis itu ucapkan saat tangannya tak dapat menggapai objek kecil itu.

"Syalan." umpat Sanga gadis kesal sambil terus berlari menggapai objek yang makin cepat. Namun tentang saja, langkah nya pun tak kalah cepat jadi objek itu tak akan dapat melarikan diri darinya.

Hyo Hwa berlari makin berlari dan terus berlari tanpa henti untuk menggapai objek menyebalkan itu.

Saat objek itu tepat di jarak yang sangat dekat darinya, seketika itu gadis itu mengulurkan tangannya lalu melompat untuk mengkap objek.

Hap!!

Brak!!

Shitt!!

Syalan!!

Gagal, Hyo Hwa gagal menangkap bintik itu dan malah mendapatkan  hadiah manis dari kotoran burung yang entah sejak kapan ada di lantai batu, tepat dimana dia terjatuh dengan tidak elitnya.

Wajah putih dengan bintik merah samar Hyo Hwa, memerah terang, bukan malu ataupun tersipu melainkan dia benar-benar telah kehabisan kesabaran. Dalam artian marah dan marah dengan bintik kecil yang lincah itu.

Bau dari kotoran burung itu benar-benar sangat menyengat, apa lagi kotoran itu tepat berada di kening mulusnya. Sialan, sialan, sialan kata itu terus terucap di bibir tipis sang gadis.

Hyo Hwa terduduk diam, meratapi nasibnya yang sungguh tak beruntung. Entah sudah berapa banyak umpatan mutiara terucap di belah bibir semerah delima itu. Jangan ditanya, biarkan gadis itu saja yang tahu dan menanggung dosanya. Kita cukup nikmat aksi dari gadis barbar itu.

Ingin rasanya Hyo Hwa menangis akan kesialan itu. Namun sayang, dia terlalu malu untuk melakukan hal itu. Ayolah, dia sudah dewasa! masa nangis sih cuma karena hal sepele ini? Mau di taro dimana muka cantik ini, jika nangis karena hal ginian.
Tapi ko kesel ya dengarnya. Dah lah lupain.

...

Lihatlah ke arah depan itu, tepatnya di dekat bunga Kamelia, bintik syalan itu, terlihat hinggap di atas bunga Kamelia merah. Bintik itu seakan mengejek kearahnya dari atas bunga semerah darah itu.

"Benar-benar bintik syalan. Awas saja jika gue tangkap, gue geprek lu di batu gajah." Umpat Hyo Hwa ngegas + asal sambil menatap garang kearah bintik yang bergoyang-goyang seakan tengah mengejek dirinya.

Dengan sekuat tenaga Hyo Hwa berdiri dengan kedua kaki kecil milik nya, dengan rada sedikit dramatis.

Manik Berry melirik ke kanan kiri melihat, mencari kehadiran seseorang  yang mungkin saja melihat kesialannya. Saat maniknya menjelajahi tiap sudut tempat yang ada, ternyata tak ada sama sekali sosok keberadaan seseorang. Hingga membuat gadis itu menghela nafas lega.

"Syukurlah, kaga ada yang lihat. Kalau ada, buehhh....mau di taro dimana muka kunyu ini." Gumam Hyo Hwa lega sambil berdiri tegap dan menatap objek dengan garang.

Tatap!!

Tatap!!

Tatap!!

Hyo Hwa menatap bintik dengan marah kemudian mengambil aba-aba untuk menggapai bintik yang masih hinggap di bunga Kamelia.

Dengan kekuatan bulan....ehhh.... maksudnya dengan kekuatan jiwa raga yang membara dan demi keadilan yang ter-syalan ni, gadis itu akan menghukum mu wahai bintik durian eh... maksudnya durjana.

Time Travel Hyo HwaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang