Menyulut Api|11|

1.2K 94 1
                                        

Sayup-sayup terdengar suara langkah kaki di peraduan sang putri. Hyo Hwa terlihat menatap kearah pintu, menunggu siapa yang akan datang kediaman miliknya lagi, setelah pak tua itu a.k.a Kaisar Kim Ayah dari tubuh yang ia tempati saat ini.

Seorang Wanita berusia kira'an empat puluh tahun, wajah nya masih  cantik walau ada kerutan-kerutan halus disekitar mata. Ia melangkahkan masuk bersama 1 hakim 
Wanita itu, permaisuri Lin. Menatap berapi-api kearah Hyo Hwa. Kedua tangannya terkepal  dibalik hanfu ( kimono) yang ia kenakan.

"Putri Hyo Hwa. Kau benar-benar kembali hidup?! bagaimana bisa?!"ujar permaisuri lembut dengan tangan kirinya membelai lembut wajah pucat Hyo Haw.

"CK, untuk apa kau berpura-pura lembut seperti ini?! menjijikan."Cibir Hyo Hwa sinis seraya menepis tangan Permaisuri dari wajahnya

Plak

Tamparan keras mendarat manis di pipih Kanan Hyo Hwa, hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah. Hyo Hwa meraba pipinya yang terasa kebas, sangat yakin bahwa tamparan itu pasti akan berbekas. Seringai licik tercipta di bibir kecilnya saat mengelap darah yang mengalir.

Plak

Plak

Plak

Bugh...

Tamparan keras menghujam pipih mulus Permaisuri, hingga terjengkang dilantai kayu itu. Permaisuri terdiam membatu saat mendapatkan balasan dari Hyo Hwa.

Hingga mengakibatkan para pelayan menjerit histeris saat melihat sang majikan terpukul. Dua orang pelayan tua terlihat membantu permaisuri untuk berdiri. Hyo Hwa menatap tajam keduanya seraya mendorong kedua pelayan hingga terjungkal kebelakang.

"Yang mulia, apa yang anda lakukan?!hentikan...tolong hentikan perbuatan anda terhadap permaisuri."jerit salah satu dayang itu

Plak

Plak

Plak

Hyo Hwa kembali menampar Permaisuri seraya berjongkok menarik kasar rambut permaisuri agar mendongak menatap kearahnya. Ia menatap sinis serta angkuh kearah permaisuri, seraya berkata

" sakit?! apa kau suka hadiah yang ku berikan?!HM."

"CK, brengsek! dasar jalang!!"pekik Permaisuri dengan mata melotot marah. Mengabaikan rasa aneh saat menatap mata Hyo Hwa. Ia berusaha menepis Tangan Hyo Hwa dari rambutnya

"Kau?!beraninya kau anak sialan!"

"Kenapa hm? sakit?! CK, kau kira aku tak berani melawan mu? dasar wanita tua licik, busuk."

Hyo Hwa menghempas kasar permaisuri Lin hingga terbentur di dinding kayu. Sambil meringis permaisuri bangkit seraya menopang tubuhnya ke dinding

"Dasar kurang hajar! dasar anak jalang! sialan."

"Yah..yah..yah."

"Aku tak akan melupakan perbuat mu hari ini. Tunggu pembalasan ku anak Jalang."

Kedua alis Hyo Hwa bertaut. Dalam benaknya terpikir, mengapa permaisuri bodoh itu memanggil nya anak jalang?! apa ia tak memikirkan bahwa dia lah jalang yang sesungguhnya pikir Hyo Hwa

"Ck, kau menang harus mengingat hal itu! hm..dan ku tunggu balasnya" ujar Hyo Hwa sinis seraya membalik badannya dari hadapan Permaisuri Lin

"Kau tunggu pembalasan ku, dasar jalang!"

Dengan tertatih-tatih permaisuri keluar dari kediaman Hyo Hwa. Dua dayang tua menyambut heboh seraya membantu sang tuan untuk berjalan

Dayang Ha-na terlihat terkejut serta panik kearah sang permaisuri yang terlihat kacau. Hingga mengakibatkan ia bersujud meminta maaf atas kelakuan sang nona. Namun dengan bangis-nya permaisuri menginjak tubuh Sang Pelayan hingga terluka. Setelah puas permaisuri pun berjalan meninggalkan kediaman milik Hyo Hwa dengan amarah yang membara.

Dayang Ha-na berjalan masuk dan mencari sang nona. Ia menghela nafas lega saat melihat Hyo Hwa berdiri menatap halaman dari balik jendela. Sakit di tubuh nya ia tak pedulikan. Sejenak ia tak percaya menatap haru sang nona yang terlihat baik-baik saja.

"Tuan Puteri, apa anda baik-baik saja?!"tanya Ha-na

"Putri ini terlihat baik-baik saja. Dan apa yang terjadi pada pakaian mu?!"ujar Hyo Hwa balik

"Syukurlah!ah..ini, saya habis terjatuh nona."balas Ha-na

Hyo Hwa yang merasa kasihan, memerintah kan sang Nubi untuk
ber-beres diri sebelum kembali melayaninya.

TBC

Komentar and vote gan:)

#10-Desember-2020

Time Travel Hyo HwaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang