11. Bertengkar

3.5K 577 100
                                        

안녕하세요🦌

Jangan lupa klik ⭐ dan tinggalkan komentar kalian juga yaaaa...

Komen dan vote kalian itu benar-benar bikin mood menulis ku jadi meningkat🦋

Komen dan vote kalian itu benar-benar bikin mood menulis ku jadi meningkat🦋

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🦋

🦋

🦋

🦋

Bima turun dari motornya. Tangannya terulur untuk memakaikan Chisa helm. Perlakuannya itu berhasil membuat jantung Chisa berdegup kencang. Senyuman manis terukir di bibir Bima, melihat pipi gadis itu merona karenanya.

"Ayo naik," titah Bima.

Chisa langsung duduk di jok belakang motor. Tangannya melingkar sempurna di pinggang Bima. Begitu pria itu menjalankan sepeda motornya, Chisa menyender pada punggung lelaki yang selalu membuat hatinya berdebar itu.

"Chis, kita kencan di ElyXiOn Cafe, ya. Mau gak? Di dekat cafe itu ada taman. Setelah dari cafe, kita bisa langsung ke taman. Ditemani dengan cahaya rembulan, sambil berpegangan tangan, romantis banget pasti." Bima membuka obrolan mereka di atas motor.

"Gue ikut aja, Bim. Asal sama elo, semua tempat akan terasa sangat romantis kok," balas Chisa.

Bima terkekeh. "Sejak kapan lo jadi pintar gombal gini, Chis?"

"Sejak pacaran sama elo, Bim." Chisa cengengesan usai berkata begitu.

"Oh iya, sepupu lo itu namanya siapa, Bim?" tanya Chisa.

Bima terbelalak mendengar Chisa tiba-tiba membawa Raline ke dalam obrolan mereka.

"N-namanya Raline, Chis. Kemarin dia kebingungan banget ngelihat kita sempat cekcok karena kesalahpahaman," tutur Bima.

Chisa tertawa canggung. "Pasti dia bingung banget sih. Nanti tolong lo ngomong ke dia, gue minta maaf karena salah paham sama dia kemarin," ucap Chisa.

"Oke, nanti gue ngomong ke dia. Lo tenang aja, dia gak marah, kok."

Setelah itu tidak ada lagi obrolan diantara keduanya. Bima memilih untuk fokus berkendara, sementara Chisa sibuk menatap jalan-jalan yang terlihat indah di malam hari, karena dipenuhi dengan lampu-lampu jalan.

Sementara itu di tempat lain...

"Tumben banget lo mau ke studio musik gue. Pake ajak nih bocah berdua lagi," celetuk Saga.

Cinta Salah KirimCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang