32. Kode Cinta

2.4K 421 110
                                        

안녕하세요🦌

Selamat membaca kisah cinta yang manis, semanis author dan readers nya 🍭

VOTE!

KOMEN!

AND SHARE!

DON'T FORGET!

SIDERS? LIKE ELSA SAID. "GO AWAY!!!"

 "GO AWAY!!!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🦋

🦋

🦋

🦋


"Woi! Si Chisa mana?" tanya Jena pada Ovan begitu mereka berpapasan di area parkir.

Ovan mengedikkan bahunya. "Mana gue tau!" ketusnya.

"Santai aja kali jawabnya!" balas Rosa. Ovan tidak menanggapi, dan malah memutar matanya jengah.

"Ngomong-ngomong, Tivan juga gak ada," celetuk Valisa yang menyadari kalau Tivan juga tidak ada.

"Bener. Apa jangan-jangan mereka berduaan?" terka Jena dengan matanya melebar lucu.

"Bisa jadi," sahut Saga.

Mata Gavin menyipit begitu melihat dua orang yang ia kenal berjalan bersama menuju parkiran. "Itu Tivan ama Chisa," tunjuk nya ke arah datangnya kedua orang itu. Ovan, Saga, Jena, Valisa, dan Rosa langsung menoleh ke arah tunjuk Gavin. Dan benar saja, kedua orang itu yang sejak tadi mereka cari-cari, lebih tepatnya Jena, Valisa, dan Rosa yang mencari Chisa.

"Lo berdua darimana?" tanya Valisa begitu Tivan dan Chisa mendekat ke mereka berdiri.

"Kalian berdua-duaan, 'kan?!" selidik Jena. Jarinya menunjuk tepat ke wajah Tivan dan Chisa bergantian.

"Udah deh, Jen!" sela Rosa. "Chis, lo pulang naik apa?" tanya Rosa.

"Gue..."

"Chisa pulang bareng gue," sela Tivan. Ovan, Gavin, dan Saga sontak menatap julid kearahnya. Entahlah, aneh rasanya bagi mereka melihat manusia es seperti Tivan mendadak menjadi bucin kepada cewek yang ia sukai.

Jena, Valisa, dan Rosa yang sudah tau kalau Tivan memang menaruh rasa pada Chisa hanya angguk-angguk.

"Pengen juga deh diantar pulang sama Ovan," ucap Valisa sambil matanya kedip-kedip lucu ke arah Ovan. Alih-alih luluh, pria itu malah menoleh ke lain sambil berpura-pura muntah.

"Ogah banget gue pulang bareng lo!" tolak Ovan. Bukan Valisa kalau langsung ciut. Gadis itu malah tertawa renyah.

Tivan melempar kunci motornya ke Saga. Untung reflek Saga cepat. Ia menatap bingung kunci motor itu, kemudian menatap Tivan, seolah meminta penjelasan.

Cinta Salah KirimCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang