Berawal dari surat cinta milik sahabatnya yang dia masukkan ke locker yang salah, Chisana Adijaya - siswi SMA Garuda yang terkenal seantero sekolah sebagai "wings love" itu berakhir terjebak kontrak dengan si pemilik locker, Tivan Bramiwana - siswa...
"Santai aja kali jawabnya!" balas Rosa. Ovan tidak menanggapi, dan malah memutar matanya jengah.
"Ngomong-ngomong, Tivan juga gak ada," celetuk Valisa yang menyadari kalau Tivan juga tidak ada.
"Bener. Apa jangan-jangan mereka berduaan?" terka Jena dengan matanya melebar lucu.
"Bisa jadi," sahut Saga.
Mata Gavin menyipit begitu melihat dua orang yang ia kenal berjalan bersama menuju parkiran. "Itu Tivan ama Chisa," tunjuk nya ke arah datangnya kedua orang itu. Ovan, Saga, Jena, Valisa, dan Rosa langsung menoleh ke arah tunjuk Gavin. Dan benar saja, kedua orang itu yang sejak tadi mereka cari-cari, lebih tepatnya Jena, Valisa, dan Rosa yang mencari Chisa.
"Lo berdua darimana?" tanya Valisa begitu Tivan dan Chisa mendekat ke mereka berdiri.
"Kalian berdua-duaan, 'kan?!" selidik Jena. Jarinya menunjuk tepat ke wajah Tivan dan Chisa bergantian.
"Udah deh, Jen!" sela Rosa. "Chis, lo pulang naik apa?" tanya Rosa.
"Gue..."
"Chisa pulang bareng gue," sela Tivan. Ovan, Gavin, dan Saga sontak menatap julid kearahnya. Entahlah, aneh rasanya bagi mereka melihat manusia es seperti Tivan mendadak menjadi bucin kepada cewek yang ia sukai.
Jena, Valisa, dan Rosa yang sudah tau kalau Tivan memang menaruh rasa pada Chisa hanya angguk-angguk.
"Pengen juga deh diantar pulang sama Ovan," ucap Valisa sambil matanya kedip-kedip lucu ke arah Ovan. Alih-alih luluh, pria itu malah menoleh ke lain sambil berpura-pura muntah.
"Ogah banget gue pulang bareng lo!" tolak Ovan. Bukan Valisa kalau langsung ciut. Gadis itu malah tertawa renyah.
Tivan melempar kunci motornya ke Saga. Untung reflek Saga cepat. Ia menatap bingung kunci motor itu, kemudian menatap Tivan, seolah meminta penjelasan.