44. Batal Kencan

1.4K 219 18
                                        

Hi, guys 🌼

Aku double up, sebagai ganti karena dua Minggu lebih nggak update

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan VOTE AND COMMENT

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan VOTE AND COMMENT

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

.

.

.

.


15:00

Tivan dan Chisa berjalan menuju pelataran parkiran sepeda motor milik laki-laki itu.

"Chis," panggil Tivan.

"Kenapa?"

"Jepit rambut yang aku kasih...masih kamu simpen, 'kan?" Pertanyaan Tivan menjadi pembuka obrolan mereka.

"Jepit rambut bunga sakura?"

Tivan mengangguk.

"Masih kok. Memangnya kenapa?"

"Tanya aja." Tivan melirik Chisa. "Entar kencan nggak usah make dress tipis lagi. Pakai jaket sweater kek, atau enggak pakai hoodie aja!" saran Tivan.

Chisa tertawa pelan. "Iya, iya...aku pakai sweater," balas Chisa menciptakan senyuman tipis di bibir Tivan.

Begitu tiba di parkiran sepeda motor, Tivan dan Chisa langsung menuju motor sport laki-laki itu.

Tivan memakai helm, lalu menaiki sepeda motornya. Kemudian dia memberikan helm yang dia sediakan khusus untuk Chisa ke gadis itu. Usai memakai helm, Chisa naik ke jok belakang motor. Tangannya melingkar sempurna di pinggang Tivan.

Tivan tersenyum tipis begitu merasakan sentuhan di pinggangnya. "Udah, Chis?" tanyanya.

"Udah, Van," sahut Chisa seraya mengangguk kecil.

Tanpa berlama-lama lagi, Tivan langsung melajukan sepeda motornya keluar halaman sekolah menuju rumah Chisa.

Hampir 20 menit mereka berkendara, sampai akhirnya tiba di depan sebuah rumah dengan pagar besi dan banyak tanaman hias di teras rumah.

Begitu Tivan memarkirkan sepeda motornya, Chisa langsung turun dari jok belakang.

"Masuk, Van," ajak Chisa sambil memberikan kembali helm ke Tivan.

"Oke," balas laki-laki itu.

Chisa memasuki rumahnya dengan diikuti Tivan dari belakang.

Begitu hendak membuka pintu, pintu rumah itu lebih dulu terbuka dan menampilkan sosok Pak Adi yang keluar rumah sambil memegang secangkir kopi hitam di tangan kirinya. Sepertinya Pak Adi hendak menikmati secangkir kopi di teras rumah.

Cinta Salah KirimCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang