43. Cantik-cantik Galak!

1.2K 242 28
                                        

Hi, guys 🌼

Selamat membaca kisah cinta yang manis, semanis author dan readers nya 🍭

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan VOTE AND COMMENT, biar aku semakin semangat nulis cerita ini💋

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan VOTE AND COMMENT, biar aku semakin semangat nulis cerita ini💋

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

.

.

.

.


Keesokan harinya...

Kelas 11 IPS-3 kedatangan beberapa murid dari kelas 11 IPS-2, yang tidak lain adalah Saga, Gavin, Jena, Rosa, dan Valisa.

Tivan berkali-kali menghela nafas panjang. Bukan apa-apa, masalahnya sekarang Jena, Rosa, Valisa, Saga, dan Gavin duduk anteng di depannya dengan buku pelajaran matematika di depan mereka. Begitu lonceng istirahat berdenting, Kelima orang itu dengan santainya masuk ke kelas 11 IPS-3 dan meminta Tivan untuk membantu mereka menyelesaikan tugas matematika yang tidak sanggup mereka kerjakan.

"Gue nggak mau ngajarin kalian! Mending balik ke kelas kalian sana!" usir Tivan.

"Jangan macam-macam lo! Kita yang bantuin lo sama Chisa nyelesaiin masalah kalian!" Jena menodong pulpen tepat di depan wajah Tivan sambil melotot.

Chisa yang tengah asik membaca webtoon sontak melirik sinis Jena. "Nggak ikhlas banget sih! Bahas itu mulu perasaan!" cibir Chisa.

"Chisa sayaaaang...nggak ada yang gratis di dunia ini. Gue ikhlas kok bantuin kalian, tapi sekarang gue nagih bayaran," balas Jena dengan senyum liciknya.

"Gitu, ya? Kalau gitu sini biar gue yang ajarin kalian," tawar Chisa.

"Enggak deh, makasih!" balas Rosa.

"Kalau lo yang ngajarin kita, alih-alih dapat nilai seratus, yang ada malah dapat nilai nol koma nol nol nol nol nol nol! Alias nggak ada benarnya sama sekali!" sahut Valisa membuat suasana kelas yang tadinya tenang mendadak dihiasi tawa pecah dari murid-murid yang berada di dalam kelas.

"Ngeselin banget sih!" rutuk Chisa. Dia memilih kembali fokus membaca webtoon favoritnya, daripada harus berurusan dengan sahabat-sahabatnya itu.

Tiba-tiba terdengar suara perut Chisa berbunyi, membuat Tivan yang tengah fokus mengerjakan tugas matematika kelas 11 IPS-2 langsung menoleh ke arahnya.

"Laper, Chis?"

Chisa mengangguk sambil tersenyum malu-malu. "Iya, mungkin karena tadi pagi aku nggak sempat sarapan," balas Chisa.

"Ayo ke kantin," ajak Tivan.

"No, no, no! Lo masih harus ngerjain beberapa soal lagi, Van!" omel Saga.

Cinta Salah KirimCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang