16. Janjian di Perpus

3K 495 64
                                        

안녕하세요🦌

Selamat membaca kisah cinta yang manis, semanis author dan readers nya🍭

Tau dong harus ngapain, yups...jangan lupa klik ⭐ sebelum membaca kisah manis ini, dan tinggalkan komentar kalian juga yaaaa 😚🤗

jangan lupa klik ⭐ sebelum membaca kisah manis ini, dan tinggalkan komentar kalian juga yaaaa 😚🤗

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🦋

🦋

🦋

🦋

Kantin mendadak ramai dengan murid-murid gabut yang antusias membahas festival sekolah. Ada yang membicarakan tentang kostum, ada yang membahas tentang makanan dan minuman yang nantinya mereka suguhkan, dan ada juga yang membahas tentang memakai riasan yang sempurna, sebab pastinya akan banyak murid-murid cowok dari sekolah lain yang akan datang menghadiri festival sekolah yang diadakan sekolah mereka.

"Guys, gue kepo sama konsep kelas 11 IPS-3, deh. Mereka bakal nampilin konsep seperti apa, ya?" Jena bertanya-tanya.

"Yang pastinya konsep kelas gue bakal lebih menarik dari kelas kalian." Chisa yang baru datang langsung menyambar minuman Jena.

"Nah, ini orang yang tepat untuk ditanyai udah datang," ujar Valisa.

Jena mencebik. "Kelas 11 IPS-2 gak bakal kalah sama kelas kalian!" cibir Jena. Gadis itu menarik paksa minumannya yang hampir habis diminum Chisa.

Chisa tertawa mengejek. Gadis itu menyenderkan tubuhnya di bangku dengan tangan yang dilipat di dada. Chisa memandangi Jena, Rosa, dan Valisa bergantian. "Jangan salah, konsep yang kelas 11 IPS-3 buat itu lebih menarik dari kelas kalian. Dan pastinya makanan dan minuman yang akan kami suguhkan itu bakal jauh lebih menggugah selera orang-orang," tutur Chisa.

"Ulala...baby! Chis, kelas kami juga udah mikirin makanan dan minuman yang lagi digandrungi anak-anak muda jaman sekarang. Selain itu juga, kami menghadirkan hiburan yang bakal menarik para pengunjung yang datang ke festival sekolah nanti. Yang pasti, kelas kami gak bakal kalah sama kelas lo," timpal Rosa tak mau kalah.

Chisa menopang dagu di atas meja, kemudian menatap satu-persatu sahabatnya. "Sahabat-sahabat ku yang tersayang, konsep yang kalian hadirkan itu pastinya bakal sama seperti kelas-kelas lainnya. Oh iya, daritadi gue gak pernah dengar tuh anak-anak bahas konsep tradisional," ucap Chisa.

"Kalian ngusung konsep tradisional?" tanya Valisa.

Chisa mengangguk. "Biar Indonesia nya lebih terasa, dong. Kita kan anak Indonesia, gak seharusnya melupakan budaya Bangsa kita. Kalian tau gak, nanti untuk yang pelayan, kostumnya bakal make kebaya modern untuk wanita, dan kemeja batik untuk yang pria," lanjutnya.

"Jangan bilang...minumannya kalian malah jual wedang jahe?!" terka Jena. "Chis, tradisional sih tradisional, tapi kalau sampai festival sekolah nanti kalian jualan minuman wedang jahe, gak banget lah! Masalahnya yang datang ke festival sekolah nanti itu ya anak-anak dari sekolah lain. Bukan bapak-bapak ojol yang habis nganterin penumpangnya nerobos hujan, jadi mau angetin badannya dengan wedang jahe!"

Cinta Salah KirimCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang