5. Pertemuan yang Tak Disangka

2.5K 328 24
                                    

Menyadari bahwa tidak ada lagi petunjuk yang bisa membawanya pada gadis bersurai kelam beriris pucat itu, Sasuke mau tak mau menghentikan mencariannya.

Sang ibu, Uchiha Mikoto tampak tak senang. Dia bahkan sengaja mendiamkan Sasuke tiga hari setelah Sasuke menyampaikan maksudnya berhenti mencari.

"Kau harus menemukan perempuan itu, Sasuke. Kau harus bertanggung jawab. Pantang bagi seorang Uchiha lari dari tanggung jawab," Mikoto menceramahi di meja makan, saat keluarga kecil Uchiha makan malam dengan kehadiran Itachi dan sang istri. Putri tunggal Itachi dititip di tempat nenek dari pihak ibu.

"Aku bukannya tak mau tanggung jawab, Bu. Aku hanya tak bisa menemukan perempuan itu," Sasuke membela diri.

"Justru kalau kau Uchiha sejati, kau tidak akan tidur dengan perempuan yang belum kau nikahi," timpal sang ayah, Uchiha Fugaku.

Itachi tertawa berbarengan dengan Mikoto. "Sayang, kau tak ingat masa kita pacaran dulu? Kita juga melakukannya sebelum kau meminangku." Mikoto berujar di antara tawanya.

Fugaku mendeham. "Setidaknya kita berpacaran dan aku sudah komitmen akan menikahimu, Sayang." Tangannya meraih tangan sang istri dan mengecupnya penuh cinta.

Tiga anak muda di meja makan tersedak menyaksikan kemesraan dua sejoli yang bahkan sudah memiliki cucu.

"Oh iya, Sasuke. Besok kau libur?" tanya Itachi mengalihkan pembicaraan.

"Hm."

"Bisa aku minta tolong mengantar Megumi ke klinik hari Senin? Aku dan istriku harus berangkat ke Suna besok."

"Megumi kenapa?"

"Haidnya tidak teratur. Lebih baik diperiksa dini," istri Uchiha Itachi, Izumi.

Sasuke mengingat-ingat beban kerjanya di kantor. Ada beberapa kasus besar yang harus ditangani segera. Namun, menyisihkan barang satu atau dua jam tampaknya bukan masalah.

Akhirnya pemuda raven itu mengangguk.
.
.
.
"Dasar kau predator perempuan! Tidak hanya dengan yang seumuran, kau juga suka meniduri anak di bawah umur? Demi Tuhan! Aku akan melindungi anak didikku. Jangan harap kau bisa menjerumuskan anak didikku kepada perbuatan tidak bermoral seperti ini!"

Perempuan cantik yang selama ini Sasuke cari tengah berada di hadapannya. Wajahnya sama persis dengan yang Sasuke ingat. Tetap manis walau pun ia jelas terlihat marah.

Sasuke butuh waktu mencerna ucapan perempuan itu. Predator perempuan? Meniduri anak di bawah umur? Anak didik?

Tunggu! Jangan bilang bahwa perempuan ini menyangka Sasuke meniduri Megumi, keponakanya sendiri. Ah benar juga. Orang-orang tak mungkin tahu bahwa Megumi adalah keponakan Sasuke. Terlebih ia datang ke klinik kandungan berdua.

Baru saja Sasuke ingin menjelaskan, seorang perawat memanggil nama pasien untuk masuk ke ruang perawatan.

Hyuuga Hinata.

Nama perempuan itu. Nama dari gadis yang sebulan belakang membuat Sasuke tak bisa tidur tenang.

"Hinata, namamu dipanggil," seorang lelaki dengan rupa fisik mirip Hinata memanggil.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Hinata berlalu. Wajahnya merah sampai ke telinga.

Untuk apa dia pergi ke klinik kandungan? Sasuke boleh menebak kan?

"Itu gurumu, Megumi?" tanya Sasuke.

Gadis SMA yang tidak tahu apa-apa itu mengangguk. "Namanya Hinata-sensei. Dia mengajar sastra di kelas 2, jadi aku belum pernah belajar dengannya," jelas Megumi.

YoursWhere stories live. Discover now