Kanya sedang berbelanja snack di minimarket terdekat, ia berjalan kaki malam malam seperti ini tanpa rasa tak
Dddrrrtt....drrtt
Ponsel kanya berdering, dengan segera kanya mengangkat panggilan tersebut, panggilan dari raka
"Hallo,kenapa?!"
"Kangen"
Kanya mengulum bibirnya gemas
"Apasih, kan tadi kita udah ketemu"
"Kan tadi, tapi sekarang aku kangen lagi"
Raka mendengar suara motor dan mobil dari ponsel kanya
"Kamu lagi dimana?!"
"Dijalan, abis beli makanan"
"Kenapa gak bilang, kan aku bisa beliin. Ini udah malem kanya, bahaya"
"aku masih bisa beli sendiri, lagian ini belum terlalu malem masih jam delapan"
"Emang kamu pikir orang jahat ada nya malem doang apa?!"
"Iy--"
Belum sempat kanya menyelesaikan kalimatnya, sebuah motor tiba tiba berhenti dipinggir trotoar
"Hay" Kanya mengepalkan saat melihat reza dihadapannya
"Siapa?!"
"Reza, yaudah aku matiin dulu"
"Jangan dimatiin, biar aja gini. Bentar aku kesana"
"Gak usah kesini, ok. Gak akan aku matiin"
"Kalau orang nyapa itu dibalas kanya" Ucap reza mencengkram lengan kanya kuat
"Lepasin anjing, tangan lo kotor gak pantes megang megang gue" Ucap kanya berusaha melepaskan cengkraman reza tapi malah semakin menguat
Reza tersenyum miring
"Tangan gue yang kotor?! Atau tubuh lo yang kotor udah dipake berapa kali sama si raka?!"
Bughh...
Satu pukulan telak kanya berikkan dipipi kiri reza
Raka yang mendengar ucapan reza dari sambungan telfonnya mulai geram, persetan dengan kanya yang nanti akan marah padanya. Dengan cepat raka menyambar jaket dan kunci motornya
"Kalau gue bales gimana?!" Tanya reza
"Lo pikir gue takut, ck. Gue gak pernah takut sama lo, bahkan kemampuan lo masih dibawah gue" Ucap kanya
Bughh
Reza memukul wajah kanya, hingga membuat sang empu sedikit meringis. "Sialan lo"
Bughh
Bughh
Saat kanya akan kembali melayangkan pukulan, reza segera menahannya
"Gue gak ada minat buat berantem sama cewek kaya lo" Ucap reza menepis tangan kanya dengan kasar
"Bangsat" Reza menendang perut kanya hingga membuat sang empu terjatuh ke aspal dan lututnya sedikit berdarah
"Lo masih aja jadi cewek lemah, kanya" Ucap reza kemudian menaiki motornya
"Sialan" Kanya kembali mengumpat sambil memegangi perutnya yang sakit, ia mulai berdiri dan mengambil plastik snaknya
"Kanya"
Kanya menoleh dan sudah mendapati raka yang berlari kecil kearahnya
"Kok kesini, kan tadi udah aku bilang gak usah" Ucap kanya
KAMU SEDANG MEMBACA
kanya story | END
Random'Raka biantara aderald' seorang ketua geng motor terkenal dijakarta yang bernama 'Victor' memiliki ketampanan yang tidak normal dan kepintaran diatas rata rata, untuk pertama kalinya ia merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama "Kalau kita ketemu...
