79. tuduhan

778 87 11
                                        

Raka berjalan melewati koridor sekolah yang lumayan sepi dengan emosi yang sudah diubun ubun, ia mengepalkan tangannya kuat, ketiga teman raka berjalan dibelakanganya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Raka berjalan melewati koridor sekolah yang lumayan sepi dengan emosi yang sudah diubun ubun, ia mengepalkan tangannya kuat, ketiga teman raka berjalan dibelakanganya

Raka memasuki kelas kanya yang sangat ramai dan berisik, tapi mereka langsung diam saat raka datang dengan tatapan mautnya

Brakk

Kanya yang sedang membaca buku terlonjak kaget saat mendengar suara gebrakan di mejanya, ia mendongak menatap raka yang sedang menatapnya tajam

"Lo ng--"

Belum selesai kanya bicara, rak langsung mendorong tubuh kanya hingga punggung gadis itu terbentur ke dinding

"Anjing" Geram kanya. Raka mencengkram tangan kanya kuat

Keysha, clara dan abila yang melihat itu hendak menolong kanya tapi ditahan oleh ketiga teman raka

"Jangan ikut campur" Ucap rico pada abila

"Tapi kasian kanya" Ucap abila menatap kanya tak tega

"Dia pantes dapetin itu"

"Maksud lo apa hah?!" Ucap raka membuat kanya mengernyit

"Yang harusnya nanya gitu itu gue, lo dateng langsung ngegebrak meja gue" Ucap kanya melepaskan tangan raka

"Gak usah pura pura bego, lo dan ravagos apa yang kalian lakuiin sama digo" Ucap raka sedikit menaikkan nada bicaranya

"Digo siapa anjir, gue gak kenal dan lo ngapaiin bawa bawa ravagos" Ucap kanya tak mengerti arah pembicaraan raka

Flashback

Raka sedang memainkan gitarnya, ia tidak bisa tidur padahal sudah hampir subuh, ia terus berfikir bagaimana cara agar kanya mempercayaiinya, ya. kepercayaan kanya adalah nomor satu bagi raka, dia tidak peduli jika erlan bahkan anggota ravagos lainnya tidak percaya

Drrttt... Drttt

Ponsel raka berdering menampilkan kontak 'dito' salah satu anggota victor

"Kenapa?!" Tanya raka langsung to the poin

"Ka, digo ditemuiin udah gak bernyawa dijalan ****"

Raka langsung menaruh gitarnya

"Maksud lo apaan?!"

"Digo dibunuh, dia udah meninggal. Sekarang jenazahnya lagi di otopsi sama polisi, orang tuanya lagi dalam perjalanan ke rumah sakit"

"Bangsat siapa yang udah ngelakuiin itu"

"Mungkin ravagos"

Raka mengernyit, tangannya terkepal

"Kenapa lo bisa mikir ravagos?!"

kanya story | ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang