96. seperti sebuah karma

1K 90 3
                                        

Kanya terus memaksa raka untuk pulang karna ini sudah malam, ditambah lagi ia harus membicarakkan masalah tadi dengan erlan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kanya terus memaksa raka untuk pulang karna ini sudah malam, ditambah lagi ia harus membicarakkan masalah tadi dengan erlan. tapi raka malah semakin kekeh untuk menemani kanya menginap karna kanya malam ini akan tidur di markas ravagos

Raka hanya takut saja, karna dimarkas ini hampir semua isinya laki laki, yaa walaupun kanya akan tidur bersama dengan sekar

"Ka, pulang sana"

"Gak mau kanyaaaa"

"Kamu kan harus nemenin om rama, dia juga lagi sakit"

"Tapi kan udah ada bu--"

"Kalau gitu jagain aletta, dia masih kecil kasian kalau ditinggal sendirian" Potong kanya

"Iya deh" Kali ini raka memang harus mengikuti ucapan kanya, karna ia juga khawatir dengan aletta

"Pinter, pulang sana, bawa motornya jangan ngebut ngebut" Ucap kanya sambil tersenyum tipis

"Siap, my queen" Ucap raka

Kanya terkekeh pelan, lalu merapihkan rambut raka yang sedikit menutupi mata pria itu

"Udah sana masuk, disini dingin" Ucap raka

"Yaudah, hati hati. Ka" Ucap kanya kemudian masuk kedalam markas

Raka tersenyum lebar, kemudian ia mengeluarkan ponselnya

"Saya sudah mengirimkan foto seseorang, cari dia sampai ketemu lalu bawa kehadapan saya"

"Baik, bos"

Tut...

Kanya duduk disofa bersama dengan teman temannya, wajahnya kembali datar

"Lo mau ngomong apa?!" Tanya erlan

Kanya menghela nafas dalam "balas dendam ini gak perlu kita lanjutin" Ucap kanya membuat mereka terdiam  sambil menatap kanya tak percaya

"Maksud lo?!" Tanya raga

"Balas dendam itu seperti api, jika kita biarkan maka api itu akan semakin besar dan membakar diri kita sendiri"

Sekar terkekeh hambar "MAKSUD LO APA?! kita harus tuntasin ini semua"

"Sekar bener, nya. Kita gak boleh setengah setengah ngejalanin ini" Ucap raga

"Dari awal lo yang paling bersikeras buat balas dendam secepatnya, tapi sekarang?! Lo ngingkarin omongan lo sendiri?!" Ucap erlan

"I-iya, tap--"

"Reza ngomong apa sama lo?!" Tanya sekar

"DIA CINTA SAMA LO, BAHKAN DIA RELA NGORBANIN NYAWA CUMA DEMI CEWEK GAK TAU DIRI KAYA LO"

"Dia ngomong apa yang harusnya dia omongin" Jawab kanya menatap kosong meja didepannya

"Nya, kita harus lanjutin ini semua. Ngga boleh ada yang berhenti ditengah jalan" Ucap sekar

kanya story | ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang