78. rencana selanjutnya

741 93 9
                                        

Kanya memasuki halaman sekolah menggunakkan motornya, ia memarkirkannya tepat disebelah motor raka dan teman temannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kanya memasuki halaman sekolah menggunakkan motornya, ia memarkirkannya tepat disebelah motor raka dan teman temannya

"Itu kanya kan?!" Tanya abila yang masih duduk diatas motor rico

"Hm" Jawab rico singkat

Mereka masih mengingat jelas kejadian semalam dimana kanya datang tiba tiba kemarkas victor dan menuduh mereka membunuh dirga

Kanya membuka helmnya, dan menatap keempat inti victor termasuk abila sambil tersenyum manis sangat manis

"Morning all" Ucap kanya membuat mereka mengernyit

"Morning kanya" Sahut abila

"Semoga hari kalian menyenangkan, vic-tor" Ucap kanya merubah raut wajahnya yang tadinya ceria menjadi datar dengan tatapannya yang tajam
Kemudian gadis itu menyampirkan tas nya dibahu kiri, dan menarik tangan abila

"Yo kita ke kelas" Ajak kanya, rico hanya diam membiarkan kanya membawa abila

"Maksudnya apa?!" Tanya kenzo

"Kita harus hati hati, kayanya ravagos bakal bales dendam" Ucap raka

"Ck, gak bisa dibiarin kita gak ngelakuiin itu, kita harus jelasin" Ucap daniel

"Kita bakal jelasin, tapi nanti. kasih tau semua anak victor. Suruh mereka lebih hati hati lagi" Ucap raka kemudian berjalan memasuki sekolah

Gue harus cepet nyari bukti kalau victor gak bersalah, hm... Gue tau siapa yang harus dicurigai -batin raka sambil menyeringai

🍃


Raka duduk di kursi panjang taman belakang, ia menyalakan api dan membakar ujung rokoknya

"A-aku gak suka kamu ngerokok di deket aku"

Raka menggelengkan kepalanya membuang jauh jauh ingatannya bersama kanya

"Arrggg... Kenapa jadi kaya gini sih" Pekik raka frustasi, ia mengusap wajahnya kasar

Tiba tiba ada tangan yang melingkar ditubuhnya, raka langsung menatap siapa yang memeluk nya

"Tara, ngapaiin lo disini?!" Ucap raka kesal sambil menepis kasar tangan tara

"Raka kok kamu gitu sih, aku cuma pengen nemenin kamu doang" Ucap tara

"Apaan sih lo, mending lo pergi dari sini"

"Aku pengen nemenin kamu, raka" Kekeh tara

"Gak usah bikin mood gue tambah kacau, mending lo pergi dari sini" Ucap raka mendorong bahu tara

"Gak"

Raka beranjak dari duduk nya ia malas berbicara dengan manusi setengah setan tak tau malu ini

kanya story | ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang