93. duka dan lukanya

979 104 9
                                        

Kanya duduk disofa ruang rawat anaya sambil bersedekap dada, ia hanya diam mendengar temannya yang terus bertanya padanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kanya duduk disofa ruang rawat anaya sambil bersedekap dada, ia hanya diam mendengar temannya yang terus bertanya padanya

"Nya, lo yang ngedorong anaya?!" Tanya daniel

"Serius nya, itu gak bener kan" Ucap keysha

"Kanya" Panggil raka lembut karna gadis itu tidak mengeluarkan sepatah katapun

Cklek

Mereka menoleh kecuali kanya, alana datang dengan wajah khawatir, alana langsung menghampiri anaya yang masih memejamkan matanya

"Anaya sayang" Ucap alana sambil mengelus rambut anaya

Ck, anaya sayang?! -batin kanya tekekeh miris

"Kenapa anaya bisa seperti ini?!" Tanya alana

"Ehm... Anaya jatuh dari tangga tante" Jawab clara

"Gimana bisa anaya jatuh, felicia kamu tau kenapa?!"

Kanya mengangkat bahu acuh "gak tau, dan gak peduli" Ucap kanya datar

Alana menghela nafas pelan, ia terus mengusap rambut anaya

"Itu bukannya, nyokap kanya?!" Tanya clara

"Eh iya, gue baru sadar" Sahut kenzo

"lo satu ibu sama anaya?!" Tanya keysha membuat kanya menatap tajam gadis itu

Anaya mengerjapkan matanya beberapa kali, menyesuaikan cahaya diruangan serba putih itu

"M-mah" Panggil anaya memegangi kepalanya yang masih sedikit pening

"Anaya, kamu gak papa kan?! Ada yang sakit gak?! Biar mamah panggilin dokter"

Anaya langsung menahan tangan alana yang hendak keluar

"G-gak usah mah" Anaya berusaha untuk duduk, kemudian tersenyum tipis

"Yaudah kalau gitu. Kamu kenapa bisa  jatuh dari tangga sih?!" Tanya alana

Anaya terdiam sejenak

"bener kalau kanya yang ngedorong lo?!" Tanya rico langsung mendapat tatapan tajam dari raka

Sedangkan kanya hanya memutar bola matanya malas

"Apa maksudnya ini... felicia kamu yang ngedorong anaya?!" Alana menatap kanya yang hanya diam menatap anaya

"Bukan" Jawab kanya singkat

"Anaya siapa yang ngedorong kamu?!" Tanya alana

Kalau mamah tau aku yang mau ngedorong kak kanya, pasti mamah bakal milih kak kanya dari pada aku, aku gak mau itu sampai terjadi. -batin anaya

"I-iya, kak kanya yang dorong aku" Jawab anaya, membuat kanya membulatkan matanya, bahkan teman temannya menatap kanya tak percaya

"Bohong! Mah dia boh--"

kanya story | ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang