Rooftop bangunan tua menjadi tempat singkah dua sejoli yang tengah terikat hubungan tidak jelas. Pulang sekolah tadi, Keira menepati janjinya untuk bertemu dengan Arya di parkiran sekolah.
Keduanya langsung pergi dan berakhir di atap bangunan tua ini. Keira membiarkan Arya yang masih menghembuskan asap benda bernikotin di selipatan jarinya.
Ia sendiri memilih diam dan memainkan ponselnya sebagai obat pereda bosan. Isi instagram, whatsapp dan lainnya di penuhi oleh rumor tentang Abila yang di kabarnya menjadi sugar baby. Percaya tidak percaya, sih. Secara karakter Abila sangat bertolak belakang dengan apa yang sedang terjadi saat ini.
Ponselnya tiba-tiba di rampas membuat Keira terkejut.
"Eh!" jantung Keira berdegub, "Bego! kaget gue, sialan!"
Rupanya itu ulah Arya. Arya memeriksa ponsel milik Keira lalu di lihat-lihat dan ternyata dunia media masih di buat heboh dengan berita itu.
Arya mengembalikan ponsel milik gadis di depannya lalu di terima dengan kasar oleh pemiliknya. Di masukan ponsel itu kedalam tasnya lalu Keira berdiri.
Keduanya berhadapan dengan sama-sama diam.
"Ada apaan? Ngapain ngajak kesini?"
Arya diam. Pandangan matanya gelisah.
"Gue mau tanya soal Abila. Itu berita benar atau ga?" suara basnya di keluarkan. Keira menghela. Ia bersilang dada.
"Gue ga tau pastinya. Tadi Bila di tanyain cuma bilang 'Engga' doang. Udah mana mukanya tenang banget kaya yang ga perduli gitu,"
"Di kelas aja dia di omongin diam aja sama teman sekelas. Ga ada marah, kesal atau emosi. Sama sekali ga ada."
"Gue sama Dava aja bingung."
Arya membuang napas bersamaan dengan tangan yang bertolak pinggang. Keira mundur selangkah.
"Dia ga bilang apa-apa lagi?"
"Dia bilang besok ada pamannya mau ke sekolahan. Mungkin mau minta bantuan pihak sekolah." balas Keira.
Keira diam.
Arya diam.
Mereka terdiam sendiri dengan pemikiran yang kemana-mana. Keira bingung, Kenapa Arya sebegitu perdulinya dengan Abila? Apa mungkin laki-laki itu menyukai Abila?
"Ck." decihan dari bibir Arya terdengar sampai telinganya. Laki-laki dengan seragam di keluarkan itu memijat keningnya sambil terus berdecih.
'Responnya berlebihan.'
Pening kepalanya melihat Arya. Keira memutuskan untuk duduk kembali di kursi kayu usang yang tadi sempat ia duduki membiarkan Arya melakukan apapun yang ia mau.
"Lo ga cape apa, Ar. Gue aja yang lihat cape!"
Arya berjalan mendekat pada Keira, duduk di samping gadis itu. Tubuhnya ia sandarkan pada sandaran kursi usang yang di tempati oleh Keira.
Keira tambah di buat stres menghadapi laki-laki di sampingnya. Tadi berdecih sambil bertolak pingang dan kadang memegang kening. Sekarang, duduk bersandar dengan suara napas yang kencang dan terdengar marah.
Ada apa? Mengapa Arya sampai begini? Apa sebabnya?
"Udah yuk, balik. Lo ngajak gue ketemu cuma buat dengerin helaan napas lo doang? Kucing gue juga bisa, Ar!"
Arya melirik Keira sebentar. Hanya melirik tanpa mengucapkan satu patah pun.
"Ck!" Keira memutar bola matanya, "Jangan bilang, lo suka ya sama Abila?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
After that [Selesai]
Teen FictionSeries # 7 Abila Nafisa Putri *** Setelah kembali dari Belanda, Abila memulai hidup barunya dengan melanjutkan sekolahnya di SMA Merpati. Di nyatakan sembuh dari penyakit mentalnya membuat Abila sangat bersyukur terlebih lagi ia bisa berkumpul deng...
![After that [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/261807788-64-k413092.jpg)