Pembunuhan yang diakibatkan karena masalah dendam mungkin sudah sering terjadi. Namun, apa jadinya jika suatu kasus pembunuhan dilakukan hanya karena ingin menjadikannya sebuah ajang permainan oleh si pelaku?!
Target peserta dalam ajang permainan in...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Suasana kediaman keluarga Na hari ini sedikit berbeda. Tidak biasanya orang tua Jaemin, Na Siwon dan Na Yoona, siang ini terlihat masih berada di rumah. Tepatnya sedang makan siang bersama, sedangkan sang kakak sejak pagi sudah pergi entah ke mana.
Jaemin menuruni tangga dan hendak berjalan menuju pintu utama. Namun, saat Jaemin melewati ruang makan, sang ayah memanggilnya.
"Jaemin!"
Langkah Jaemin terhenti lalu ia menengok ke arah sumber suara.
"Kemari." Pinta Siwon.
Jaemin sebenarnya enggan menurut. Tetapi bagaimana pun Siwon tetaplah ayahnya. Jadi ia berjalan mendekati Siwon.
"Mama tidak tahu kalau kau ada di rumah. Sudah makan? Mau makan bersama?" Tanya Yoona.
"Tidak, Ma. Aku ingin makan di luar dengan teman-temanku." Jaemin hendak pergi, tetapi Yoona menahannya.
"Nana sayang~ Papa dan Mama kan sudah di rumah. Mau ya, makan siang bersama kami." Ucap Yoona dengan sangat lembut.
"Tapi aku sudah ada janji, Ma. Aku harus pergi sekarang." Ucap Jaemin.
"Apa janjimu lebih penting daripada makan bersama keluarga?" Ucap Siwon dingin.
"Bukannya itu ajaran dari Papa. Lebih mementingkan rekan kerja daripada keluarga sendiri. Anak sendiri yang sedari pagi ada di rumah saja, tidak tahu." Balas Jaemin.
"Na Jaemin! Apa begitu caramu berbicara dengan orang tua?!" Siwon emosi.
"Sayang, sudah. Jangan marah." Yoona berusaha menenangkan sang suami.
"Sedari kecil aku tidak dapat didikan dari orang tua sendiri. Jadi, maaf jika perkataan ku sedikit kasar." Ucap Jaemin dengan nada menyindir.
"Nana sayang~" Yoona menggenggam tangan Jaemin.
"Ma, aku pergi dulu." Jaemin melepaskan genggaman tangan Yoona begitu saja. Lalu pergi meninggalkan Siwon dan Yoona yang masih terdiam menatap kepergian putra bungsu mereka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.