Chapter 14 : Stalker

1.3K 228 12
                                        

Hari keenam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari keenam. Jaemin dan Jeno memulai pencarian ke tempat yang dimaksud dalam teka-teki kedua yaitu, sebuah lokasi pemakaman. Di pemakaman itu mereka harus mencari benda seperti sebuah jam yang sudah tidak berfungsi lagi.

Pukul delapan pagi mereka sudah bersiap untuk berangkat ke masing-masing lokasi yang sudah mereka tandai.

Jaemin akan mencari di Distrik Deokjin-gu, sedangkan Jeno akan mencari di Distrik Wansan-gu. Mereka berpencar untuk mempersingkat waktu pencarian.

Jaemin telah sampai di lokasi pertama lebih dulu. Disebuah pemakaman khusus yang terlihat sangat rapi dan mewah. Itu adalah pemakaman yang berada di dekat pusat kota. Jadi ukuran areanya tidak begitu luas jika dibandingkan dengan pemakaman umum yang ada di pinggiran kota. Selain itu hanya orang-orang kaya saja yang dapat mengantar peristirahatkan terakhir anggota keluarga mereka di pemakaman itu. Karena biaya pemakamannya yang begitu mahal.

Jaemin yang tidak ingin membuang waktu lantas mulai mencari benda yang sekiranya terlihat mencurigakan baginya. Karena Jaemin maupun Jeno tidak tahu penampakan jam rusak yang dimaksud dalam teka-teki kedua memiliki bentuk seperti apa.

Jaemin menyusuri sekeliling area pemakaman sambil membawa kamera. Ia menggunakan kamera itu untuk melihat sesuatu yang jaraknya cukup jauh darinya. Selain itu, kamera yang ia bawa juga bisa berguna untuk menggambil gambar jika seandainya ia menemukan petunjuk yang tidak bisa ia ambil atau ia bawa pulang.

Setelah hampir satu jam lamanya Jaemin menyusuri area pemakaman, ia tidak menemukan hasil apapun. Jadi ia memutuskan untuk pergi dari sana untuk menuju ke lokasi pemakaman berikutnya.

Disisi lain, Jeno baru saja sampai pada lokasi pertamanya. Jarak distrik Wansan-gu dan rumahnya yang berada di Distrik Deokjin-gu cukup jauh. Sehingga ia membutuhkan waktu cukup lama untuk dirinya bisa sampai ke lokasi tujuan.

Sama halnya dengan Jaemin, Jeno juga membawa sebuah kamera. Ia menyusuri sekeliling area pemakaman dengan berjalan kaki. Sesekali ia akan menggunakan lensa kameranya untuk melihat sesuatu yang jaraknya cukup jauh darinya.

Pada awal penelusuran semua berjalan dengan cukup lancar sampai Jeno tiba-tiba saja merasakan sesuatu yang membuatnya merasa tidak nyaman. Ia merasa seperti dirinya sedang diintai oleh seseorang.

Jeno berusaha menepis rasa tidak nyamannya itu dengan terus menyusuri area pemakaman. Tetapi setelah satu jam lamanya, ia tidak kunjung menemukan sesuatu yang sekiranya adalah jawaban dari teka-teki kedua. Jadi ia memutuskan untuk pergi dari sana dan menuju ke lokasi pemakaman berikutnya.

Saat Jeno berjalan ke arah mobilnya, ia merasakan bahwa dirinya masih diintai oleh seseorang. Ia terus berjalan sampai akhirnya masuk ke dalam mobil. Jeno tidak langsung menyalakan mesin mobilnya, ia terdiam memperhatikan kaca spion yang memantulkan pemandangan pepohon yang ada di belakang mobilnya. Tetapi bukan pepohonan itu yang menjadi titik fokus perhatiannya, melainkan sosok seseorang yang sedang bersembunyi sambil mengintai dirinya dari balik salah satu pohon.

[✔] 𝗠.-'𝟬𝟬'𝟳 : 𝗔 𝗣𝗶𝗲𝗰𝗲 𝗼𝗳 𝗚𝗹𝗮𝘀𝘀Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang