Yuri memasukkan kedua tangannya ke saku hoodie peach yang membalut tubuhnya, berjalan santai di koridor kelas 10 berniat nyamperin Minju yang lagi di ruang OSIS.
Istirahat kedua hari Rabu ini suasananya agak berbeda dengan hari-hari lain, karena langit nggak secerah biasanya dan angin berhembus cukup kencang. Mana dingin, lagi. SMA Pijar sekarang terlihat suram karena kebanyakan murid terutama siswa laki-laki berwajah muram. Karena biasanya, kebanyakan siswa udah ngeluyur keluar sekolah, kayak main ke sawah atau ke warung-warung yang lumayan banyak mengelilingi wilayah SMA Pijar. Kalo mereka nekat keluar, nanti kalau tiba-tiba hujan 'kan repot. Memang nggak ada larangan buat keluar sekolah sih kalo istirahat kedua, yang penting balik sebelum bel aja.
Ini awal bulan Oktober, seingat Yuri masih masuk musim kemarau. Namun cuaca cukup mendung akhir-akhir ini walau nggak sampai hujan.
"Itu cewek yang deket sama Kak Hoshi, 'kan? Jo Yuri?"
Daun telinga Yuri agak bergerak, langsung siaga saat ada yang menyebut namanya dan nama Hoshi dalam satu kalimat yang sama di tengah koridor yang ramai akan murid.
Wah, apa nih nama gue disebut, batin Yuri, urung bablas ke ruang OSIS. Cewek itu beralih duduk di salah satu pembatas koridor dari beton, mengeluarkan hapenya pura-pura sibuk sekarang memotret taman sekolah.
Yuri penasaran apa komentar warga sekolah tentang ia dan Hoshi yang memang terlihat dekat akhir-akhir ini.
Nggak mau munafik, Yuri seneng kalo dia jadi famous begini.
Semua orang jadi tau namanya, walau di belakang masih ada embel-embel 'cewek yang deket sama Hoshi'. Yuri berharapnya sih nanti embel-embelnya diganti jadi 'ceweknya Hoshi' atau 'pacarnya Hoshi'.
Emang tukang halu.
Yuri juga denger dari Minju kalo sebenarnya namanya panas banget dijadiin bahan gosip. Minju pernah denger beberapa anak kelas 10 anggota OSIS gosipin Yuri dan Hoshi di ruang OSIS, tapi herannya Yuri nggak tau sama sekali.
Selama deket sama Hoshi, Yuri nggak pernah denger dia dijulidin apa gimana. Entah Yuri yang bodoamatan apa emang karena Yuri mainnya sama anak kelas mulu, nggak jelas juga.
Saat lewat di koridor, Yuri merasa semuanya normal.
Kalo dari teori Minju, warga sekolah sekedar melirik tajam ke Yuri aja nggak berani karena sosok yang deket sama Jo Yuri itu Kwon Soonyoung.
Kakak kelas galak dengan tiga jabatan penting di sekolah, dan juga sosok yang terkenal sangar serta disegani oleh seluruh warga sekolah.
Kalo kata Minju, beberapa oknum iri pasti nggak berani ganggu Yuri karena lawannya pasti ya Kwon Soonyoung. Yang lain juga jadi was-was buat ngomongin Yuri secara terang-terangan, udah takut duluan sama Hoshi.
Apalagi Hoshi udah nunjukkin tanda-tanda dia naksir balik sama Yuri.
Mana berani buat ngapa-ngapain Yuri kalo begitu caranya.
Mendengar teori itu dari Minju, Yuri jadi mesem-mesem sendiri kemarin. Seneng banget karena berasa dilindungi sama gebetan.
Kayaknya bener, deh, kebanyakan pada takut sama Hoshi.
Yuri sekarang sadar banget kalo gerombolan cewek di pojok agak memelankan suara saat melihat Yuri duduk di sekitar mereka.
"Yang itu? Pantesan, cakep," bisik salah satu dari mereka pelan, namun Yuri yang untungnya punya pendengeran bagus jadi masih bisa denger.
Yuri merapatkan bibir, menahan senyum bangga.
"Kata gue biasa aja sih, cakepan si temennya, Minju bukan? Kata gue Kak Hoshi lebih cocok sama si Minju daripada dia."
KAMU SEDANG MEMBACA
Senior ; ksy
FanfictionKetika si adek kelas bar-bar dan si kakak kelas galak saling jatuh cinta. *** Senior, 2021 [WARN: NONBAKU, OOC, HARSH WORD, RECEH, GAJE, CRACKSHIP]
