37. Nggak Bercanda, 'kan?

310 49 44
                                        

"Nyong," panggil Jihoon tiba-tiba, udah memakai kembali kemeja putih dan celana seragamnya kini nongkrong di kelas nunggu guru BK masuk.

Bel tanda istirahat kedua usai udah berbunyi sejak lima menit lalu, jadinya yang tadi renang buru-buru ngelarin kegiatan mereka ganti baju kemudian balik ke kelas masing-masing.

Hoshi yang lagi ngegambar maung di belakang buku tulisnya jadi mengerjap dan menoleh.

Jihoon menopang dagu, lalu meringis. "Gue mau pengakuan dosa."

Hoshi jadi mendelik. Belum denger apa-apa aja, Hoshi udah ngerasa Jihoon abis ngelakuin sesuatu yang aneh.

"Ngapain lagi lo?" tanya Hoshi yang ganti menempelkan pipi ke atas punggung tangannya, mager buat sekedar duduk tegak.

"Gue nggak sengaja cerita tentang lo ke Yuri," jawab Jihoon pelan, membuat Hoshi mengangkat satu alisnya. "Eh, bukan nggak sengaja juga sih. Gue minta pendapatnya, tapi nama lo gue sensor. Terus dia kayaknya udah tahu semuanya, tapi diem aja. Paham nggak?"

Hoshi mengerjap, loading dulu.

"Lo emang ngasih tau apa?" tanya Hoshi dengan kening berkerut nggak memahami kalimat Jihoon.

JIhoon menarik napas, siap digaplok atau diumpatin sama Hoshi abis ini. "Masalah keluarga lo."

Dan berikutnya, Jihoon sukses dibuat melongo saat Hoshi hanya melebarkan mata selama beberapa detik lalu mengangguk-angguk nggak bereaksi banyak. "Oh, gue kira apa."

KOK GITU DOANG?????

"Lo nggak marah?" tanya Jihoon polos.

Hoshi mengerjap, "kenapa harus marah?" tanyanya nggak kalah polos.

Jinsoul yang daritadi duduk bersama mereka merapatkan bibir, menatap geli kedua orang ini bergantian.

Beneran, kayak liat dua anak TK lagi ngobrol.

Jihoon menghela napas, walau masih speechless tapi bersyukur juga hari ini dia nggak jadi kena gaplok.

"Yaudah, maaf tapi. Nggak nyangka juga gue Yuri bakal tau."

"Nggak apa-apa," jawab Hoshi enteng, kembali menatap belakang buku tulisnya. "Selagi itu Yuri, nggak apa-apa."

Jihoon yang tadinya sudah berniat membuka buku tulisnya sontak menoleh, sedangkan Jinsoul yang lagi ngerjain tugas kimia refleks mendongak.

Ha gimana?

***

Yuri merapatkan bibir, meluruskan kedua kakinya duduk sendirian di halte yang jaraknya beberapa meter dari pertigaan dekat sekolah, nunggu angkot.

Cuaca jam setengah tiga sore ini masih cukup terik, tapi Yuri lagi nggak mood untuk sekedar misuh-misuh.

Cewek itu daritadi diam dengan bibir terkatup seolah terkunci rapat, menyandarkan kepalanya ke tiang halte. Wajahnya datar, menunggu angkot lewat ditemani hening.

Memang jarang ada yang nunggu angkot atau bis di halte. Seringnya pada bergerombol di pertigaan, membiarkan fasilitas umum ini sepi. Yuri yang lagi badmood dan males berada di tengah keramaian memutuskan buat nunggu di sini aja.

Selain sepi, juga nggak kepanasan.

Biasanya, Yuri nunggu angkot bareng Minju. Tapi hari ini sobatnya itu disuruh sama mamanya buat langsung nyusul ke butik keluarganya.

Yuri nggak masalah, lagipula dia memang lagi pengen sendiri.

Tangan Yuri bergerak membuka ranselnya masih dengan kepala bersandar ke tiang halte, tanpa kata meraih airpods dan memakainya. Cewek itu menunduk pada ponsel, memilih lagu.

Senior ; ksyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang