🎶 : (Cover) Jungkook – we dont talk anymore
🎭🎭🎭
Kejadian tempo hari yang membuat Alfin dan Nata terlibat perang dingin membuat para murid heboh dengan gosip-gosip burung.
Kalau dikatakan perang dingin, sebenarnya bukan sih, lebih kepada Alfin yang berubah dingin pada Nata. Tidak lagi berulah jahil kepada gadis itu seperti biasanya. Karena dari dulu memang Nata sudah sedingin es batu.
Sejak hari itu, Alfin tidak lagi terlihat merecoki Nata, mengganggu jam makan siang gadis itu, menjahilinya di ruang pemangku adat, atau memanggil-manggil Nata dengan sebutan aneh yang bisa membuat warga sekolah ikutan cekikikan gemas.
Bahkan, cowok itu berubah bengal. Berkali-kali ia ikutan membolos dengan temannya yang terkenal bandel.
Bukan hanya itu, si pewaris Prataga itu terlihat menghindari urusan pemangku adat. Bahkan melewatkan beberapa rapat penting.
Nata cuek saja, tidak begitu memperdulikan Alfin masih mau menjalankan tugas dengan benar atau tidak. Ia juga ikut-ikutan bodo amat saat lelaki itu berubah bandel. Oh ya, dan satu lagi, cowok itu benar-benar merealisasikan ucapannya dengan mengembalikan kontrak Nata ke agensi sehingga gadis itu kembali menjadi model talent di sana.
Dan Nata? Tidak tahu, masih bingung kembali ke agensi setelah kejadian mengamuknya atau menolak tawaran itu saja. Jadi, dia masih menggantung jawabannya pada agensi konyol itu.
Dan ngomong-ngomong, ini adalah Jumat pagi. Jadwal dimana para murid kelas sebelas dan dua belas akan berangkat study tour ke Bandung —lokasi yang sudah fix ditentukan di hari sebelumnya.
Mereka akan melakukan study tour sekaligus wisata di kebun teh rancabali, yang notabenenya adalah salah satu tempat wisata terfavorit di kota Paris van Java itu.
Guru akhirnya memutuskan bagi murid yang memiliki Surat Izin Mengemudi diizinkan mengendarai mobil sendiri daripada mereka harus menyewa banyak mobil bus mengingat banyaknya murid yang akan ikut.
Sekarang sudah menunjukkan pukul 6.43, dan seharusnya mereka sebentar lagi berangkat menuju lokasi. Karena itulah beberapa guru konseling dan wali kelas nampak sibuk mengatur dan mengabsen murid mereka masing-masing. Sedangkan para pengurus organisasi sedang sibuk mengatur peralatan camping yang akan digunakan nanti.
"Udah lengkap semua, Nat." Lapor Gara kepada gadis cebol yang bersusah payah menaikkan satu tas besar ke bagasi mobil bus.
Nata hanya mengangguk menanggapi.
"Si Alfin mana ya, daritadi belum keliatan?" Celetuk salah seorang gadis yang kali ini nampak casual dengan baju oversize dan highwaist jeans-nya.
"Tau nih, jangan bilang dia telat!"
Pucuk di cinta, ulam-pun tiba. Baru saja dibicarakan, mobil cowok itu langsung berseluncur mengitari lapangan yang diisi beberapa mobil tersebut. Diikuti mobil Gatra dan Dani dibelakangnya.
"Wuidiiiiih, si bapak pemangku adat bisa ae!" Celetuk Gara saat melihat Alfin turun dari mobil, diikuti seorang gadis yang berpakaian heboh seolah akan melakukan perjalanan melintasi benua. Tak lain dan tak bukan, si princess Ayuni yang duduk di balik kursi penumpang itu.
Alfin seketika menjadi pusat perhatian saat cowok itu turun.
Dengan baju kaos polos berwarna hitam dan ripped jeans warna senada, juga tak lupa kemeja flanel sebagai outernya membuat aura ganteng dari cowok itu semakin berkali lipat karena jarang-jarang mereka bisa melihat penampilan cowok itu diluar sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dark but Shine [END]
Ficção AdolescenteIni hanyalah segelintir dari kisah cinta anak remaja. Yang agak sedikit... Berat. Berlawanan seperti kompas utara dan selatan. Tapi saling melengkapi layaknya gelap yang butuh terang. "Gue nggak pernah pacaran." ucap si cuek yang selalu menolak. "...
![Dark but Shine [END]](https://img.wattpad.com/cover/275009264-64-k989364.jpg)