22. Trauma

8 1 0
                                        

Nataliaauraa chillin' n vibin' @Alfinopratagaa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nataliaauraa chillin' n vibin' @Alfinopratagaa


411 Comments...

Alfinopratagaa babe u already promise not post this ugly face, but...
Alfinloverss patah hati se darmawangsa part 2💔
Vildaanjani si nenek lampir apa kabar ya? Psti lgi nangis dipojokan skrg wkwkwk🦍
Olifiatriana Gilasih sekarang mainnya publis publisan
AsranPangestu WOIII TEMEN L GO PUBLISH WOI @Gatraerlangga @Danieldirgantara
Calonnyaalfinprataga yang kemaren ternyata bukan rumor😖💔
Clarissadwiangka bucin gasii? @Olifiatriana wkwk
Olifiatriana banget wkwkwk😌
G

atraerlangga komen post org bisa, bales chat gabisa? @Olifiatriana
Clarissadwiangka e& skrg temen gue pada punya pawang, sisa gue doang nih yg jomblo? EVERYBODY PUT HANDS UP!!!
AsranPangestu @Clarissadwiangka 🙌🙌🙌
Olifiatriana @Clarissadwiangka mampus di reply
Clarissadwiangka OGAH

🐒🐒🐒

"Nat? Puss...puss..." Alfin seolah mencari anak kucing saja. Ia menyusuri koridor yang sudah sepi karena jam sekolah sudah bubar.

Langkahnya terhenti kala melihat Nata jongkok di bawah pohon rindang sedang memberi makan dua anak kucing.

"Yatuhan... Cewek gue..." Ia menyusul, menepuk pundak Nata, "Dicariin dari tadi, katanya ke toilet kok malah nangkring disini?"

"Dapet anak kucing lucu."

"Kamu nggak kalah lucunya." Alfin mengulum senyum, mengulurkan tangan yang diraih oleh gadisnya itu, "Mau pulang atau makan dulu?"

"Pulang aja deh, aku ada les."

Alfin mengangguk paham.

Mereka pulang, tapi tidak dengan arah yang sama.

"Nat, malam ini Gatra bakalan bantai mereka semua."

"Fin." tatapan Nata berubah dalam. Kekhawatiran muncul diraut wajahnya seolah tau apa yang selanjutnya akan dikatakan pacarnya itu.

Alfin menampilkan senyum hangatnya, mengusap surai gadis itu lembut, "Aku mau nyusul Gatra, udah minta izin sama Bunda meskipun dia nggak tau tujuan aku ke tempat Gatra itu ngapain. Sekarang, mau minta izin ke pacar juga."

Nata tidak bisa menjawab.

Alfin mendekat, mendekap Nata erat dan menopang dagunya di pucuk kepala gadis mungil itu, ia menghela napas lesu sembari mengelus surai Nata, "Janji, bakalan balik utuh nggak lecet sama sekali."

Nata membalas pelukan itu, bersandar pada dada bidang Alfin dengan perasaan resah, "Berapa lama?"

"Belum bisa dipastiin, tapi mungkin dua hari."

Dark but Shine [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang