🎶 Bts V - Euphoria
*🐣Q: kok lagunya euphoria lagi?
*🐣A: sengaja biar u nanya. Hehe canda.
Berhubung masih dalam suasana euphoria, jadi playlistnya Euphoria lagi dalam versi berbeda tapi tetap kane. Happy reading💓
🍑🍑🍑
"Bunda baru tau kalau kamu pacaran sama Nata, kapan jadiannya?" tanya sang Bunda yang tengah sibuk mengolesi selai di roti.
Alfin menelan makanannya sebelum menjawab, "Udah dua minggu."
"Papa kamu tau?" Bunda bertanya hati-hati, takut menyinggung perasaan putranya.
Alfin tersenyum kecut, "Gimana nanti deh, Alfin pikirin caranya bicara sama Papa."
Alana menghela napas saat merasa sadar ia adalah orangtua yang buruk, "Papa kamu pasti nggak keberatan, apalagi Bunda sama Papa juga paham kamu udah se-suka itu sama Nata." Ia menatap Alfin lembut, "Tapi Bunda cuman khawatir sama keluarga Yuni."
"Aku juga lagi nyari solusinya Bun biar keluarganya dia nggak bikin kita terbebani kayak begini lagi." Ada nada sedih yang tersirat dari kalimat itu.
Alana hanya bisa mengangguk, "Bunda percaya apapun keputusan kamu nantinya. Sebelum Yuni lulus, kalau kamu emang cinta sama Nata, kamu pasti punya jalan keluarnya sendiri, ya sayang?"
Alfin tersenyum, "Makasih buat selalu dukung Alfin, Bun."
Alana mengangguk, mengelus puncak kepala anaknya, "Anak bunda... Udah gede aja."
Kita akan happy ending, Bunda. Tenang aja.
"Alfin berangkat dulu yah, Bun. Ada janji sama Nata."
Alana mengangguk saat Alfin mulai beranjak dari tempatnya, "Hati-hati yah, nitip salam juga sama Nata-nya."
"Sip bunbun!"
Alfin berangkat. Perjalanan menuju apartemen Nata memakan waktu nyaris setengah jam akibat macet.
Maklum saja, hari ini adalah weekend dan Alfin sudah berencana mengajak gadis itu untuk menghabiskan hari libur bersama. Apalagi, selama semester genap ini Nata terlalu bekerja keras dengan jadwal yang padat. Belum lagi latihan dan les yang ia ambil demi persiapan kuliah di Negeri ginseng impiannya.
"Selamat pagi, ibu peri. Maaf terlambat, tadi dijalan agak macet."
"Oh, kirain jalan kaki kesini." jawab Nata acuh.
Alfin mendengus sebal, "Respon tuh yang manis-manis kek ke pacar, bilang gini 'iya sayang nggak apa-apa yang penting kamu selamat sampai di depan mata aku' gituuu."
"Benefitnya?" Tanya Nata datar.
Alfin berusaha tidak membenturkan kepalanya ke tembok.
"Iya sayang, nggak apa-apa." Sahut Nata secara tiba-tiba.
Kini Alfin benar-benar membenturkan kepala.
Nata tertawa, "Muka kamu lucu banget."
Alfin berhenti berjalan, melotot, menatap Nata seolah baru saja mendapat jackpot, "Ngomong apa tadi, Nat?"
"Muka kamu lucu."
"Ka-kamu?" Alfin sampai tergagap mengejanya. Mungkin, bagi sebagian orang, aku-kamu adalah bahasa yang biasa ditemukan dalam obrolan. Tapi, bagi Alfin yang mendengarnya dari seorang gadis dingin yang sulit ditaklukkan... Itu adalah keajaiban yang patut masuk on the spot.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dark but Shine [END]
Fiksi RemajaIni hanyalah segelintir dari kisah cinta anak remaja. Yang agak sedikit... Berat. Berlawanan seperti kompas utara dan selatan. Tapi saling melengkapi layaknya gelap yang butuh terang. "Gue nggak pernah pacaran." ucap si cuek yang selalu menolak. "...
![Dark but Shine [END]](https://img.wattpad.com/cover/275009264-64-k989364.jpg)