14. boy things

3 0 0
                                        

🎶 : Mahalini – melawan restu

"If we are not perfect, at least we trying. Dont insecure, love yourself more and more." — Natalia Aura

🦛🦛🦛

"Bundaaaaaa."

Alfin memasuki rumah megah itu dengan teriakan lemah.

Alana datang dari arah dapur berjalan cepat, "Kenapa sayang? Kok baru pulang, nginep dimana kamu?"

Alih-alih menjawab, lelaki itu berubah manja dan menjatuhkan diri di pelukan sang bunda.

"Aduh, anak ganteng Bunda kenapa ini?"

Hatciuu!

Alana menarik Alfin, menatapnya sebentar, "Kamu demam lagi kan ini?" ia mengecek suhu tubuh putranya dan benar saja.

Dengan segera, Alfin dituntun ke kamarnya.

"Bunda di sini aja, temenin aku."

Alana terkekeh, "Preman Bunda kenapa jadi manja gini sih?"

Alfin nyengir.

Keduanya teralihkan saat Alara masuk. Duduk di sisi ranjang bergabung dengan Bunda dan adiknya.

"Lo dari mana aja? Kata om Darwin, pas study tour lo ngamuk trus pergi gitu aja. Dasar sinting!"

Alana mengernyit menatap Alfin, meminta jawaban atas apa yang dikatakan Kakaknya.

Cowok itu nyengir saja, "Nyebelin mereka mah."

"Lo jangan suka ngamuk di sekolah gila, wakil kepsek lo bikin nangis juga." Alara menyerocos, mendorong kening sang adik yang sontak mengadu ke Bunda. "Halah, kalau mereka tau kelakuan lo manja gini ke Bunda, bakalan di ketawain lo ntar, dasar sok jagoan!"

Alana menggelengkan kepala melihat kelakuan sang anak.

"Sudah, dibahasnya nanti kalau adek kamu udah sembuh. Bunda mau siapin obat sama sup dulu." sahut Alana menengahi.

Alfin mencegatnya, "Bunda disini aja. Tadi aku udah minum obat sama makan bubur."

"Lho, kamu jajan diluar? Udah tau sakit!"

Alfin menggeleng cepat menyergah, "Nggak. Orang Nata yang ngurusin aku sakit!"

Alana dan Alara cengo.

"LO NGGAK PULANG DUA HARI KARENA DI RUMAH ANAK GADIS ORANG?!?" Sang Kakak mulai bertingkah medusa. Sepertinya tanduknya mulai keluar.

Sial. Alfin salah ucap. Ia menggeleng cepat untuk membela diri, "Cuma mampir doang kok tadi." dustanya.

"Kenapa nggak langsung pulang?" diam-diam Alana menyembunyikan senyum, "Kamu mau cari perhatian si Nata nih ceritanya?" sang Bunda mulai menggoda rupanya.

Si kakak ikut-ikutan menoyor jidatnya lagi, "Caper sama Yuni noh, dia cinta mati sama lo tuh!"

"Bun, medusa nya husir dulu. Alfin mau ngomong sama Bunda." Alfin merengek menggoyang-goyangkan lengan Alana.

Dark but Shine [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang