23. Friendship and Birthday

3 0 0
                                        

🎶 : Somi - Birthday


🏩🏩🏩

Alfin jadi tidak tega meninggalkan gadisnya. Maka dari itu, Alfin berinisiatif untuk menginap beberapa malam, mencoba untuk menghusir rasa takut Nata. Karena jelas gadis itu merasa terpukul. Bahkan saat Alfin mandi pun, Nata akan meringkuk di depan pintu toilet berbalut selimut yang menutup seluruh badannya.

Perasaan Alfin saat melihat itu sangatlah sakit. Beberapa waktu bahkan ia mendapati Nata dengan pandangan kosongnya.

"Sayang, Gatra sekarang bebas." Alfin mulai bercerita, mencoba meraih kesadaran penuh Nata, "Aku sama yang lain udah beresin musuh Gatra yang it-"

"...Sekitar empat puluh lima mantan buronan penyelundup senjata tajam dan narkoba kini mayatnya sedang di investigasi dibawah penyelidikan polisi. Belum diketahui pasti siapa pelaku pembunuhan buronan tersebut-"

Alfin mematikan tv. Tersenyum ke arah Nata, "Kamu makan yah? Dari tadi pagi kamu belum makan." Alfin membujuknya.

Nata terdiam.

"Sayang tugas kamu udah aku kerjain lho tadi malem, hebat kan aku?"

Memang benar, Alfin memohon kepada Om-nya agar mendapatkan materi pelajaran online saja bersama Nata untuk beberapa hari kedepan. Dan juga untuk mengejar ketertinggalannya karena membolos, serta mengerjakan tugas-tugas Nata.

Ia jadi tidak tidur semalaman. Belum lagi, Nata sesekali menangis dalam tidurnya dan menyebut-nyebut namanya. Kalau sudah begitu, Alfin akan memeluk Nata hingga tenang.

Cowok itu digerayangi perasaan bersalah bahkan hingga hari ini. Apalagi, saat Polisi datang untuk menyelidiki apartemen Raga dan menemukan banyaknya poster wajah Nata yang ditempel di tembok kamarnya. Bahkan ada pula yang disunting dengan gambar senonoh, membuat polisi dan Alfin menyimpulkan bahwa Raga terobsesi sejak lama kepada Nata dan menguntitnya dari lama.

Hal itu membuat Alfin merasa bodoh. Bagaimana ia tidak menaruh curiga pada orang yang sering bersikap manis kepada Nata dengan sekotak kue di tangannya.

Tapi untunglah bahwa lelaki itu sekarang ada dibalik jeruji besi, setidaknya Nata aman meskipun Alfin belum puas dengan hanya membuat cowok itu babak belur saja.

🎠🎠🎠


Satu minggu setelah kejadian itu berlalu, Alfin merasa sudah cukup waktunya untuk membiarkan Nata tidak bertemu banyak orang.

Selama seminggu itu, Alfin benar-benar memberi treatment penuh kepada Nata. Bahkan membujuk gadis itu untuk menginap dirumahnya selama tiga hari. Dengan bantuan Bunda, Nata akhirnya merasa lebih baik.

Alfin dengan seribu satu permohonannya membuat Nata akhirnya kembali bersekolah pula. Karena bukan waktunya lagi untuk mereka absen lama-lama dari pelajaran mengingat sekarang sudah semester akhir. Dan Nata juga harus melawan ketakutan yang ditinggalkan dari si brengsek itu.

"Lima menit lagi kelas, aku tinggal yah sayang?" Alfin mengusap surainya dengan Nata yang mengangguk. Cowok itu menoleh ke arah Risa dan Olif yang memandang dari kejauhan, "Lif, Ris, Nitip Nata yah. Kabarin aja kalau dia butuh sesuatu."

Hanya Risa yang mengangguk, sedangkan Olif tetap dengan wajah datar.

Nata meliriknya. Tahu kalau Olif dan dirinya masih dalam pertengkaran dan mendiamkan satu sama lain.

Bahkan pada saat-saat seperti ini.

Risa datang menghampirinya, mengelus lengan Nata dengan lembut, "Nata..."

Dark but Shine [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang