🎣🎣🎣
Percaya dengan keajaiban dan mukjizat? Mungkin, kalian bisa melihat itu di kehidupan Naya.
Ya, namanya Nayasha Aurelia. Gadis cantik yang dijuluki putri tidur oleh tim medis Prataga Hospital. Meski sudah tertidur selama tiga tahun lamanya, dokter Gabriel sebagai dokter spesialis yang menanganinya tidak pernah pantang menyerah untuk menyembuhkan Nayasha.
Dan usahanya tidak berakhir sia-sia, ia berhasil. Secara mukjizat dengan kemungkinan yang nihil membuat pasien yang koma selama tiga tahun itu akhirnya membuka mata.
Membuatnya bisa melihat dunia setelah sekian lama dinantikan oleh tim medis yang berjuang keras untuknya.
Tepat di titik terakhir Dokter Gabriel ingin menyerah.
Tapi, ia mengingat, bagaimana dulu saudari kembar Nayasha menangis histeris membawanya ke rumah sakit dengan berlumuran darah. Bagaimana si kembar itu memohon kepada dokter untuk menangani saudarinya. Dan bagaimana ia tidak pernah menyerah menanti kesembuhan sang kakak.
Dia adalah Natalia Aura.
Motivasi besar dokter Gabriel untuk menyembuhkan Nayasha Aurelia, kakak kandung sekaligus kembaran Nata.
Apabila disandingkan, tipis perbedaan di antara keduanya. Mungkin kalau rambut Nata tebal, rambut Naya sedikit tipis akibat rontok dan kemo yang dijalaninya. Kalau tubuh Nata ideal dan diimpikan banyak perempuan, badan Naya lebih kurus karena hanya menerima asupan dari cairan infus. Dan kalau kulit Nata putih cerah, kulit Naya malah lebih dominan ke putih pucat.
Keduanya sangat mirip. Sayangnya, Nata sehat secara fisik, dan Naya tidak.
Naya sering tersenyum tulus ke orang-orang sekalipun orang itu menghinanya, tapi kalau Nata akan terus menampakkan wajah tanpa ekspresi.
Sekarang, gadis yang 98% berfisik mirip dengan Nata itu terbangun. Masih dengan tatapan linglung. Merasa aneh dengan ruangan putih dominan di tempatnya berbaring.
Ia ingin mengeluarkan suara, tapi tenggorokannya sangat kering hingga di urungkan.
Kepalanya berat, badannya kaku, serta merasa sakit di sekujur badannya.
"Halo, Naya." dokter Gabriel masuk, membawa senampan makanan untuk Nayasha.
Gadis itu mengerutkan kening, "Dokter..."
"Iya? Ada yang sakit?" Lelaki berbalut seragam putih itu mendekat dengan pandangan awas.
Nayasha menggeleng lemah, "Aku mau ketemu— adik aku."
Dokter Gabriel tersenyum kecil, merasa bingung harus menjawab apa saat beberapa hari ini ia terus berusaha menghubungi Nata dan berakhir nihil. Gadis itu tidak menjawab telponnya sama sekali.
"Tunggu aja yah, Nata mungkin lagi fokus ujian sekarang." Hanya itu yang dokter Gabriel utarakan sebagai alasan sekarang.
Sudah seminggu terbangun dari tidur panjangnya, Nayasha sekarang harus melalui proses pemulihan dan selalu berakhir menanyakan kabar saudari kembarnya kepada dokter Gabriel.
Gadis itu memiringkan kepalanya, "Nata ujian? Ujian apa?"
"Sekolah. Adik kamu sekarang sudah mau lulus lho." Dokter Gabriel pada akhirnya harus mencari alasan lain lagi. Bohong. Padahal ia tahu kalau Nata baru saja lulus sekolah.
"Dia— hebat." Naya memaksakan senyumnya, "Sekolah."
"Aku tidur berapa lama?" tanya gadis pucat itu lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dark but Shine [END]
Roman pour AdolescentsIni hanyalah segelintir dari kisah cinta anak remaja. Yang agak sedikit... Berat. Berlawanan seperti kompas utara dan selatan. Tapi saling melengkapi layaknya gelap yang butuh terang. "Gue nggak pernah pacaran." ucap si cuek yang selalu menolak. "...
![Dark but Shine [END]](https://img.wattpad.com/cover/275009264-64-k989364.jpg)