🎶 : Jungkook - Still with you
💃💃💃
Malam yang panjang.
Alfin sejak tadi berdiam diri setelah berhasil mengantar Nata pulang meskipun penuh perdebatan dengan gadis itu. Karena tidak mungkin juga ia membiarkan Nata pulang sendirian begitu saja saat gadis itu baru saja menguras air mata hingga mata nya bengkak -tapi tetap cantik.
Juga setelah ia melihat beberapa deretan chat dan missed call dari para temannya karena misi urgent, akhirnya Alfin bergegas ke tempat biasanya ia berkumpul dengan ketiga temannya di sebuah tempat khusus.
Sudah jam dua dini hari.
Harusnya, si target muncul.
Gatra juga sudah melacak, sayangnya si target tidak juga bergerak dari tempatnya.
"Kayaknya mereka ngelakuin transaksi di sana deh, apa kita langsung bergerak aja?" Ujar Gatra mengusulkan. Hanya dibalas bahu oleh Dani dan Asran. Toh, si Alfin yang menentukan pergerakan mereka.
"Oit, bigboss, tumben-tumbenan lagi misi gini tapi lo nggak fokus." Tegur Asran menyenggol bahu sang sahabat.
Yang disenggol hanya berdecak saja. Ia tetap melipat tangan di dada dan menatap tanah dengan sorotan seolah akan melubangi bumi saja.
"Lagi mikirin apaan sih?" Tanya Dani yang ikut penasaran, "Oh gue tau, pasti gara-gara abis dari acara Perusahaan lo kan? Lo dipaksa gantiin bokap lo lagi jadi direktur lagi?"
"Bukan gitu..." Alfin mengelak pelan. Ia menghembuskan napas, kemudian membuka jas dan kemeja yang masih ia pakai, melemparnya ke sembarang arah dan hanya meninggalkan baju kaos polos berwarna hitam dibaluti dengan pelindung badan. Kalau saja para ciwi-ciwi fansnya Alfi melihat penampilan cowok ini sekarang, mereka sudah pasti akan menjerit kesenangan. "Yuk, kita bantai di sarang mereka aja." Ajaknya.
Gatra, Dani dan Asran sontak berdiri, "Lo yakin?" Mereka serempak bertanya. Pasalnya, target kali ini tidak mereka ketahui jumlahnya, apalagi kalau menyerang langsung di tempat mereka sudah pasti tidak sedikit tenaga yang harus mereka kerahkan karena otomatis pasukan mereka akan lebih banyak.
"Ini kita cuman mau ciduk transaksi busa-busa, bukan mau pergi tawuran, bigboss!" Protes Asran yang tanpa sadar menyebut nama rahasia Alfin.
Gatra terkekeh menatap meremehkan, "kalo takut bilang aja."
"Nggak, ngapain gue takut?" Asran merasa ditantang, ia memeletkan lidah mengejek Gatra, "Udah berapa orang yang kita bantai, jeblosin ke penjara, mana ada sejarah Asran takut!?"
"Iya serah lu deh, ayo ikutin Mr.Alfa aja. Noh, udah jalan duluan." Dani menepuk pundak Asran dan memilih menyusul Alfin duluan.
Mereka keluar dari markas setelah memasang topi dan masker hitam secara bersamaan layaknya dalam film action saja.
Tampaknya, malam ini akan semakin panjang.
🌈🌈🌈
"Mau apa kalian, hah!?"
Satu diantara mereka langsung membentak saat pintu kayu didobrak secara tiba-tiba.
Delapan orang yang sedang asik berpesta minuman itu langsung menghentikan aktivitasnya, terfokus pada empat lelaki misterius berpakaian serba hitam, bahkan hanya mata mereka yang terlihat samar-samar.
"Santai, bos. Kita kesini cuman pengen silaturahmi aja." Celetuk Asran anteng.
Gatra disampingnya sampai mencubit pinggang cowok nyeleneh itu gemas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dark but Shine [END]
Fiksyen RemajaIni hanyalah segelintir dari kisah cinta anak remaja. Yang agak sedikit... Berat. Berlawanan seperti kompas utara dan selatan. Tapi saling melengkapi layaknya gelap yang butuh terang. "Gue nggak pernah pacaran." ucap si cuek yang selalu menolak. "...
![Dark but Shine [END]](https://img.wattpad.com/cover/275009264-64-k989364.jpg)