20. Fancy dinner and official

4 0 0
                                        

Song for today:
BTS Jungkook – Euphoria

🍗🍗🍗

Bagaimana bisa hanya dengan melihat Nata menggunakan sebuah slip dress dengan sepatu converse dan rambut yang dikuncir bisa membuatnya se-gila sekarang?

Bagaimana bisa hanya dengan melihat Nata menggunakan sebuah slip dress dengan sepatu converse dan rambut yang dikuncir bisa membuatnya se-gila sekarang?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tidak. Ini tidak waras.

Gadis ceper itu terlalu menggoda. Mungil, kecil, dan... Minta dilahap.

"Mo sampe kapan nontoninnya? Jadi pergi nggak nih?"

Suara judes itu memecahkan ekspektasi manis dari outfitnya malam ini.

Padahal, fancy dinner yang dimaksud Alfin adalah makan nasi kucing di angkringan. Tapi, kalau melihat gadis itu benar-benar menanggapi serius ucapan Alfin, harusnya ia memesan meja restoran sekarang juga.

Mereka akhirnya menuju ke tujuan opsi cadangan. Alfin membanting stir ke arah berlawanan.

"Tapi gue lagi pengen makan lontong sayur deh. Ada nggak sih yang buka jam segini?"

Alfin menghentakkan kepalanya, "A–apa?"

"Kayak bm gitu udah dua hari, di gofut juga susah nyari nya."

"Gue kira dengan outfit se-niat itu lo bakalan minta ke restoran mahal sambil makan wagyu A5. Taunya bm lontong sayur."

Nata melirik sinis, "Ya emangnya dengan baju kaosan dan celana selutut sama air jordan butek lo itu, lo mau ngajak gue makan fancy dimana? Mentok-mentok juga angkringan fatmawati."

Anjir, baru kali ini Alfin percaya kalau cewek punya jiwa cenayang.

"Tapi kenapa lo dress-up dong kalau gitu?"

"Ya menurut ngana!? Mending gue salah kostum daripada keliatan gembel kalau emang aslinya mau diajak fancy dinner."

Perdebatan tak berbobot itu berhenti tatkala ada gerobak dengan tenda biru di dekat perempatan yang menarik perhatiannya.

"Eh, itu lontong sayur tuh!"

"Ya kita mau ke restoran aja ini, cari yang lebih higienis aja napa sih. Nanti lo sakit perut gue juga yang disalahin." Alfin mulai cerewet.

"Jangan melihat dari covernya dong, lo kok jadi food-shaming gini sih?"

"Okay Nata, gue ngalah sumpah."

Alfin menepikan mobilnya di jalanan yang kebetulan sepi itu.

"Mang, lontong sayur dua ya!"

"Siap neng!"

Nata duduk manis di kursi plastik paling ujung menunggu pesanannya. Berikut ia mengeluarkan disinfektan, hand sanitizer dan alkohol kemudian membersihkan meja didepannya.

Dark but Shine [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang