Punya temen seperkoncoan kayak Mark, Lucas, Xiaojun dan Hendery itu gak seindah seperti yang orang-orang katakan.
NGGAK BANGET.
Yeri sampe bingung kok orang lain bisa-bisanya iri sama dirinya karena bisa deket sama 4 manusia yang sebenernya gak kaya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
2 months later after Hendri's birthday.
"Lemes amat lu. Tipes?" komentar Dejun di seberang Yeri yang melihat Yeri meletakkan kepalanya di meja sejak tadi.
"Darah rendah dia." sahut Chaca yang tahu persis permasalahan Yeri.
Seperti biasa, kalau di kantin Yeri selalu bersama Chaca dan Jelita. Nah kali ini ditambah Dejun selaku Tuan Pacar dari Nyonya Jelita🙏
Yeri cuma mendengus setelah mendengar ucapan Chaca. Yeri lantas menggunakan dagunya sebagai penopang kepalanya di atas meja, lalu menatap Dejun yang ada di hadapannya.
"De,"
"Oit,"
"Beliin nasi goreng."
Dejun menaikkan alis 8B-nya. "Lu pikir gua bapak lu?"
Yeri berdecak. "Ck!" Dirinya lalu kembali meletakkan kepalanya di atas meja kantin.
Tanpa Yeri sadari, Jelita lalu berbisik ke Dejun. Dejun yang kebetulan sedang membawa gitar mengangguk-angguk lalu memangku gitarnya.
Di tengah keramaian kantin saat jam istirahat, Dejun mulai menggenjreng gitarnya untuk mulai menyanyikan sebuah lagu.
Tak 'ku mengerti mengapa begini Waktu dulu 'ku tak pernah merindu Tapi saat semuanya berubah Kau jauh dariku Pergi tinggalkanku
Dejun yang menyanyikan lagu "Cinta Datang Terlambat" yang dipopulerkan oleh Maudy Ayunda meledek Yeri di hadapannya yang terlihat lunglai.
Ketika bagian chorus sudah dimulai, suara Dejun semakin terdengar seperti meledek sehingga menarik atensi Yeri. Yeri pun langsung menatap Dejun dengan wajah masih ditekuk.
Mungkin memang kucinta Mungkin memang kusesali Pernah tak hiraukan rasamu dulu Aku hanya ingkari kata hatiku saja
Tepat ketika bait terakhir, wajah Dejun terlihat mengejek Yeri yang membuat Yeri naik pitam.
"Tapi mengapa cinta datang terlambAAAAT~"
"Kenapa lo nyanyinya ngenyek dan kayak ngejek gue?!!!" sungut Yeri sebal.
"Dih? Merasa diejek lu?" balas Dejun tengil.
Yeri memutar bola matanya. "B aja sih,"
"Maaf ya Jun," kata Chaca yang di samping Yeri. "Emang anaknya suka denial terus padahal mah lo juga udah tahu ye kan?"
Yeri melotot. "Hah?! Tahu apaan?!"
Dejun mengehela napas. "Udahlah anying, emang lu gak capek apa dua bulan begini?!" seru Dejun.