Malam ini Rey berada di basecamp Victor. Ia sedang mengutak atik ponsel milik Nauval. Gadis itu sedang gabut sementara baterai ponselnya habis jadi ia memutuskan meminjam ponsel Nauval sebagai pelampiasan rasa gabutnya.
"Rey" panggil Nauval.
"Hm"
"Lo jangan buka galeri ya" ucap Nauval membuat Rey menoleh kearah Nauval dengan tatapan bertanya.
"Kenapa?"
"Galeri dia gak boleh diliat ama mata suci lo" timpal Delta.
"Sembarangan lo" kata Nauval sambil menonjol kepala Delta.
"Sakit bego!! Emang bener kan?"
"Gak ya! Gue mah cowok baik" ujar Nauval.
"Heleh"
"Btw Rey, lo di Artesa punya temen gak?" Tanya Delta tiba tiba. Entah kenapa pertanyaan itu terlintas di kepalanya.
"Gak"
"Kenapa?"
"Gapapa"
"Saran gue Rey, lo jangan terlalu fokus sama misi lo. Mereka bakal curiga. Lo harus keliatan kek murid sekolah biasa" ucap Nauval.
"Gue setuju. Selain itu coba buka hati lo buat orang lain walau cuma sekedar jadi teman" tambah Delta.
Gadis itu menghentikan kegiatannya. Menoleh kearah Delta yang sedang bermain game di ponselnya. Tatapan gadis itu seakan bertanya dan bimbang.
"Terus mereka bilang gak akan ninggalin gue pada akhirnya endingnya sama?" kata Rey dingin.
"Ini semua belum sampe ke ending Rey. Masih ada kisah selanjutnya. Cerita lo gak tamat sampe disini. Justru itu awal dari segalanya" ujar Nauval sambil menatap Rey dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Awal sebuah kehancuran?" Delta dan Nauval sama sama diam.
"Gue selalu berharap ini semua mimpi buruk buat gue. Kenapa kalian gak kaya Ayah, Bunda, dan Sean yang ninggalin gue sendiri?" kata Rey dengan sorot mata yang sulit diartikan.
"Karna kita sayang sama lo" ucap Nauval.
"Iya Rey. Kita udah anggep lo kaya adek, sahabat, dan keluarga buat kita. Kita seneng lo terbuka sama kita. Itu artinya kita lo masih nganggep kita itu sahabat atau bahkan keluarga" kata Delta.
"Bukan cuma lo yang terluka Rey, kita juga. Tapi kita tau luka lo lebih dalam"
《^_^》
Kini di ruangan gelap dengan pencahayaan yang minim terdapat empat orang lelaki. Satu diantara mereka adalah bosnya.
"Jadi gimana? Apa yang lo dapet?"
Lelaki yang ditanya itu menyerahkan sebuah foto. Di foto itu terdapat seorang laki laki yang menggendong seorang perempuan dengan pakaian olahraga.
"Itu yang gue dapet bos"
Lelaki yang dipanggil bos itu mengambil foto itu. Matanya memicing guna memperjelas penglihatanya. Dan ketika ia dapat melihat dengan jelas ia membelalakkan matanya.
"I-ini Rey? Petinggi Victor?"
"Iya bos. Gue denger beberapa minggu lalu Rey pindah ke Artesa"
"Tapi kenapa?"
"Gue juga gak tau"
Lalu lelaki itu menampilkan senyum miringnya.
"Kalo bisa gue jatuhin dua geng motor sekaligus. Kenapa enggak?"
"Saatnya kehancuran"
《¤_¤》
Pagi ini seorang gadis tengah berjalan di koridor yang sepi. Entah ada angin apa dia datang sepagi ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rey's Story [END]
Romance[End/Proses Revisi] FOLLOW JAN LUPA GES🙏🙏 CERITA INI ONLY DI WP #Start 15 Juli 2021 #Finish 2 Febuari 2022 Bagaimana rasanya jika kamu kehilangan dua orang yang kamu sayang di waktu yang bersamaan? Reyna Sylvania Atmadja. Gadis cantik sejuta miste...
![Rey's Story [END]](https://img.wattpad.com/cover/277800896-64-k442878.jpg)