Part 1

2.3K 168 2
                                        

Happy Reading

♡♡♡

Seorang perempuan sedang mengendarai sebuah mobil Lamborghini. Perempuan itu berdecak sebal karena jalanan Jakarta yang macet.

Setelah sampai di depan gerbang bertuliskan SMA ARTESA, dia langsung menuju parkiran dan memarkirkan mobilnya.

Dia yang kita bicarakan adalah Rey, petinggi Victor.

Rey keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju koridor. Siswa siswi yang di sana menatapnya bingung. Bagaimana tidak? Dia ke sekolah memakai topi putih dan hodie hitam yang tudungnya di pasang di kepala agar wajahnya tidak kelihatan. Sudah seperti penjahat di film film.

Suara derum motor terdengar dari arah parkiran. Lima motor sport. Rey menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang dan tersenyum miring. Tentu saja Rey tau siapa pemilik kelima motor tersebut. Inti The Lion.

Sementara di parkiran para inti The Lion memarkirkan motornya.

"Widih bos, motor baru nih?" Tanya Bian. Fabian Rajendra, inti The Lion yang paling pecicilan.

"Hm" Jawab sang leader, Rafasya Dean Dirgantara.

"Sultan nih, baru semalem motor penyok. Eh, udah beli yang baru" kata Galang. Galang Anggara, si humble.

"Emang bener bener ya si Dion, motor Rafa di penyokin sampe kagak berbentuk" sewot Farel. Farel Saputra, si waketu yang mulutnya lemes kalo ngomong gak ada filter.

"Lo mau bales dia?" Tanya Bian.

"Gak, tunggu aja pergerakan selanjutnya" jawab Rafa yang diangguki semua orang.

Farel tiba tiba menabok lengan Zidan. Zidan Alfarezi, si ice prince.

"Diem diem bae lo, sawan?" Tanya Farel yang mendapat tatapan tajam dari Zidan.

Sementara yang di tatap menyengir dan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah.

Rafa turun dari motornya lalu berjalan menuju kelasnya.

"Woy Rap, tungguin kita!!"

Para inti The Lion berjalan berjejer sepanjang koridor. Banyak yang menatap kagum dan berteriak histeris.

Di persimpangan koridor tiba tiba ada yang menabrak Rafa.

Bruk!

Seorang gadis memakai hodie hitam dan topi berwarna putih.

"Punya mata gak sih lo?!" Tanya Rafa. Gadis itu diam tak menanggapi pertanyaan Rafa.

"Di tanyain diem diem bae, bisu lo?" Tanya Farel.

"Cowok cewek nih?" Tanya Bian.

"Buta mata lo? Dia pake rok" sinis Zidan yang mendapat cengiran dari Bian.

Gadis itu membuka tudung hodienya. Lalu mendongak menatap satu persatu inti The Lion sambil tersenyum miring. Sementara mereka menganga terkejut bukan main.

"Rey?!?!" Kompak inti The Lion.

Siapa yang tidak mengenal Rey? Sang petinggi Victor yang terkenal dengan ketajaman instingnya dan paling berbahaya. Meskipun The Lion dan Victor tidak pernah menyatakan permusuhan, tetap saja kedatangan seorang Rey membuat mereka terkejut.

"Ngapain lo disini?!" Tanya Rafa.

"Menurut lo kalo di sekolah itu ngapain?" Tanya balik Rey dengan santai.

"Ya belajarlah, nuntut ilmu" jawab Galang.

"Itu tau" kata Rey lalu melewati mereka begitu saja.

Rey's Story [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang