Part 18

1K 91 0
                                        

Hari ini adalah hari minggu. Gadis itu berada di basecamp Victor. Karna Rey disana siang hari, jadilah basecamp udah kek panti sosial.

Gadis itu sedang mengutak atik ponselnya. Sembari sesekali tangannya merauk cemilan Delta yang duduk di sampingnya.

"Btw, Pin. Gimana misi pertama lo?" Tanya Delta pada Alfin.

Alfin pun mengacungkan jempolnya. "Beres kak"

"Gue denger lo nyeret anak orang buat di jadiin alibi lo?" Tanya Nauval.

Lelaki itu hanya menampilkan senyum canggungnya. Lalu tangannya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Ya mau gimana lagi, namanya juga kepepet. Lagian kebetulan dia teman sekelas gue" jawab Alfin.

"Cantik gak?"

"Kenapa emangnya?"

"Kali aja mau jadi gebetan gue"

"Gak. Dia itu nyebelin, galak, banyak bacot" jawab Alfin malas.

"Lo suka sama dia?" Tanya Rey tiba tiba.

"Hah? Enggak lah. Mana mungkin"

"Gak ada yang gak mungkin di dunia ini" sahut Nauval.

"Tapi kita beda kak" ujar Alfin yang entah kenapa nadanya mendadak jadi sendu.

"Eh jangan nangis dong, justru perbedaan itu yang nyatuin kalian"

"Kalo beda Tuhan gimana?" Tanya Alfin yang membuat Delta dan Nauval kicep.

Delta mengambil gitar miliknya yang ia letakkan di samping sofa dan mulai memainkan gitar itu.

Jrengg..

Salahkah hatiku jatuh hati pada dirimu?

Oh, Tuhan, ternyata hanya tak mungkin 'kan tersatukan

Kita adalah ketidakmungkinan yang selalu kusemogakan

Ditemukan namun salah

Delta mulai memetik gitar sembari bernyanyi. Walaupun suaranya emang pas pasan.

Lalu kemudian ketika hendak membuka suara untuk bernyanyi, gadis di sampingnya membunyikan suara yang membuat semuanya menganga tak percaya.

Cinta menyatukan kita yang tak sama

Aku yang mengadah dan tangan yang kau genggam

Berjalan salah, berhenti pun tak mudah

Apakah kita salah?

"Kenapa?" Tanya Rey ketika melihat semuanya menoleh kearahnya dengan tatapan takjub.

"Merinding gue anjir" ujar Seno pelan, salah satu anggota Victor.

"Sejak kapan lo punya suara emas kagak di jual?" Tanya Delta yang masih dalam keterkejutannya.

"Suara gue mahal" jawab Rey malas.

"Heleh" cibir Delta.

"Lagian besok ada ujian praktek nyanyi" lanjutnya.

"Duet bareng gue ayok" ajak Delta.

"Ogah" ketusnya.

Delta hanya menatap sinis Rey. Rey yang merasa diperhatikan pun membalasnya dengan tatapan tajam.

"Apa lo liat liat?"

"Canda bosque" ujar Delta sembari mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya.

Rey's Story [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang