Part 37

885 82 1
                                        

Kring!!!

Bel istirahat berbunyi. Sebagian siswa siswi berhambur keluar kelas menuju kantin.

"Rey!! Kantin yok!" Ajak Nayla.

"Duluan aja. Ada urusan" jawab Rey yang masih mengemasi mengemasi buku bukunya.

"Okay, tapi jangan lupa makan loh ya" peringat Nayla yang diangguki singkat oleh gadis itu.

Setelah selesai dengan kegiatannya, gadis itu melangkahkan kakinya keluar kelas untuk menuju taman belakang sekolah.

Di tengah perjalanan menuju taman belakang, tak sengaja dirinya bertemu dengan seorang lelaki yang ingin ia hindari.

Sebenarnya tak ada gunanya juga sih, tapi ia melakukan ini demi rexen.

Dan sialnya mata mereka bertemu membuat keduanya sama sama tak ingin melepas pandangan mereka. Seperti ada sesuatu yang menahannya.

Kini jarak mereka dalam radius lima meter. Cukup jauh memang. Seperti hati mereka.

Lalu keduanya sama sama memutuskan pandangannya. Rafa berdehem pelan kemudian berjalan melewati Rey.

Gadis itu pun melakukan hal yang sama. Hingga mereka melewati satu sama lain tanpa adanya sepatah kata.

Rafa sendiri, dia diam diam melirik wajah Rey yang hanya datar tanpa ekspresi apa pun. Kemudian lelaki itu menghembuskan nafasnya pelan.

Dalam langkahnya, sebenarnya Rey cukup heran. Ada apa ini? Yang di ceritakan Mela dan Nayla berbanding terbalik dengan respon lelaki itu saat bertemu dengannya.

'What's wrong?' Batin gadis itu.

Tak mau ambil pusing, gadis itu kembali melangkahkan kakinya menuju taman belakang.

Namun instingnya mengatakan bahwa sekarang ada derap langkah yang mengikutinya.

Dia segera mempercepat langkahnya. Dan instingnya mengatakan derap langkah itu juga ikut memepercepat temponya.

Sementara Alfin, lelaki itu mengikuti Rey entah apa tujuannya.

Hingga di persimpangan koridor, gadis itu belok dengan langkah yang cepat. Alfin pun berlari tanpa menimbulkan suara.

Namun tepat saat berbelok, betapa terkejutnya lelaki itu mendapati Rey yang tengah menatapnya penuh seringai yang membuat dirinya gelagapan.

"Kak Rey? Udah pulang? Udah sehat? Kapan balik ke Indo? Ko-"

"Jordan?" Potong Rey cepat.

Alfin semakim gelagapan di buatnya. Dalam hati lelaki itu terus merapalkan doa agar dirinya bisa pulang dengan selamat.

"I-itu.. a-anu.. apa yah?"

"Gak bakat lo jadi mata mata" ejek Rey namun masih dengan raut datarnya.

"Hah?"

"Itu kak, gue di suruh kasih ini sama kak Jordan" ucap Alfin sembari menyodorkan paperbag yang berada di tangannya.

"Yakin cuma ini?"

"Huft... iya iya, gue juga di suruh buat ngawasin kakak. Mana tau gue ketauan sampe di pergokin kek gini. Lagian ngasih misi buat mata matai, orang yang di mata matain udah suhu. Mana bisa" cerocos Alfin sambil menahan kekesalannya.

"Gue ajarin kalo senggang" ucap Rey lalu meraih paperbag itu dan segera berbalik dan segera melangkahkan kakinya.

"Serius kak?!" Pekik Alfin namun sayang Rey sudah terlalu jauh. Entah mengapa langkah gadis itu begitu cepat.

Rey's Story [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang