Haechan, OC
Affection
©fedmydream
°°°
Aku mengambil napas dalam-dalam. Semerbak harum udara di pagi hari sangat menggugah, setidaknya itu yang bisa kurasakan. Bersama waktu yang telah menemani seumur hidup, aku membawa semuanya menjadi ke arah yang monoton. Aku butuh sesuatu yang berwarna, jadi aku berpikir untuk membuka pagiku dengan sangat sentimental? Entahlah. Aku berharap apa yang dilakukan setiap jari ini, menari - nari, berputar, atau melompat, membawa hasil yang memuaskan di kemudian hari. Kemudian aku bisa merasakan sesuatu tengah merambat; sulur-sulur hitam yang perlahan melingkupi seluruh tubuhku. Aku tidak bisa bergerak; aku bisa bergerak, aku ketakutan; aku tidak takut.
“Hey.”
Sentakan itu terasa begitu nyata. Jantungku spontan mencelus bersamaan dengan napas yang terengah. Sulur-sulur pun menghilang, atau lebih tepatnya tidak pernah ada. Aku nyaris menatap lantai dengan sorot yang kosong sampai seseorang datang dan bersimpuh di hadapanku. Aku mengenalnya, tetapi mulut ini tidak bisa mengutarakan sebuah nama.
“Apa yang dikatakan matahari padamu?”
Tatapan itu menyulut sesuatu yang lain dalam diriku. Tangan ini bergerak, berusaha menyentuh garis nyata milik Tuhan terhadapnya. Aku berusaha, tetapi tampaknya saraf motorik pun menyerah.
“Apa yang dikatakan matahari padamu?”
Ia masih melakukannya; menatapku. Kedua sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman yang selalu kuingat. Perasaanku menghangat, tepat setelah ia sepenuhnya menjatuhkan diri di lantai seakan menungguku untuk bersuara. Aku menginginkannya, aku ingin menyebut namanya.
“Ada apa? Kau tampak kesulitan.” Kepala ini hanya bisa mengangguk, menyuarakan yang tersumbat dalam tenggorokan.
Melihatnya, sosok itu sontak menegakkan tubuh. Aku tersentak saat merasakan kedua lengan itu merengkuh tubuhku dalam dadanya, membawa jiwa ini pada kehangatan yang tidak pernah bisa kumiliki. Jadi, aku ingin menikmatinya. Tidak berhenti sampai di situ, tangannya bergerak mengusap punggung menghantarkan kehangatan yang lain. Deru napas di telinga yang ingin aku dengar setiap harinya, kini aku merasakannya.
“Tolong jaga dirimu baik - baik. Aku bersamamu.”
“Haechan.” Lolos begitu saja.
Kemudian aku bisa mendengar suara senyuman di balik dekapannya. “Betul, itu namaku.”
°°°
love ur self everyone
#30DWC
#30DWCJilid31
#Day26
KAMU SEDANG MEMBACA
SHALLOW - NCT Dream
Fanfiction[TAMAT] 💌 Kumpulan drabble/ficlet Dream dalam alur yang berbeda - Thursday, 210121 - Wednesday, 220615
