Jaemin
©fedmydream
°°°
Jaemin menyukai kesunyian malam melebihi apa pun, menikmati waktu kala langit menjadi dunia baru bagi para pecinta kegelapan di luar sana. Alunan musik dari radio sekadar menjadi penghantar, kerak pada remah-remah sepi, setidaknya pria itu tidak menyelami pikirannya sendiri. Dari celah tirai yang tidak tertutup rapat, Jaemin bisa melihat bulan bertengger cantik di antara ranting-ranting dahan pepohonan taman belakang asrama. Kakinya yang berketuk mengikuti irama seketika memapah raga mendekati jendela untuk melihat secara lebih jelas pemandangan alam tersebut. Netranya memantulkan cahaya; sebuah inner nyata pada titik kekaguman.
Untuk beberapa saat, Jaemin membiarkan rasa sentimental mendekapnya dalam lara, mengukir lebih banyak luka saat hati telah mencoba untuk berlabuh pada masa, mempercayai alur takdir karena ketidaktahuan arah; Jaemin yang mengalami waktu-waktu sulit. Atas setiap jerat lidah api pada seluruh tubuhnya yang menjelma menjadi rasa sakit, Jaemin mempelajari banyak hal. Bahkan untuk sebuah harga kala dirinya menjadi sorot dunia, pria itu tidak akan pernah melupakan hari di mana matanya hanya menemukan langit-langit monoton ruang latihan.
Kemudian Jaemin pun melepas pelukan semu masa lalu.
Kini tidak ada lagi keringat berampas cemas, tidak ada lagi tangis berhias takut, semuanya telah berakhir. Pandangannya lurus melewati jendela kaca, bersamaan dengan tersingkapnya tirai jawaban dari hati sang penjelajah malam.
Aku berhasil membuat kekhawatiran segan menyentuhku lagi.
Karena Jaemin memiliki keluarga, teman-teman, dan penggemar sebagai tempat berpulang.
°°°
Jam-jam malam memang suka dipakai ber-overthinking ria🏃
KAMU SEDANG MEMBACA
SHALLOW - NCT Dream
Hayran Kurgu[TAMAT] 💌 Kumpulan drabble/ficlet Dream dalam alur yang berbeda - Thursday, 210121 - Wednesday, 220615
