Seluruh mata menatap kearah Alexandre yang menyeret Rhea keluar ruangan. Tatapan mereka ada yang menyiratkan kecemburuan, kebencian, penasaran, juga kasihan.
Bagaimana tidak cemburu dan benci ketika atasan mereka yang ketampanannya melebihi ketampanan Brad Pitt??
Bella segera menghampiri Lucy, menanyakan tentang apa yang terjadi. Lucy menggelengkan kepala tanda ia juga tidak tahu.
"Kasian Rhea. Apa dia bikin kesalahan sampe diseret pak Boss?" tanya Allyn setelah kedua orang itu menghilang dibalik pintu.
"Ayo kembali kerja! Jangan sampai kalian diseret juga!" kata pak Robert galak.
Mereka masih penasaran sebenarnya apa yang telah terjadi. Mengapa sampai pak Boss turun tangan?
Akhirnya para karyawan di divisi iklan kembali bekerja dengan pikiran masih berkelana pada kejadian barusan.
Alexandre masih tetap memegang tangan Rhea menuju lift.
"Pak! Lepasin saya!" ucapnya sambil terus meronta. Semua orang yang berpapasan dengan mereka menatap heran. Alexandre terus menatap kedepan kemudian masuk lift menuju ruangannya dilantai empat.
Alexandre membuka pintu kemudian menyuruh Rhea masuk. Setelah Alexandre menutup pintu, Rhea menyentakkan tangannya yang digenggam Alexandre.
"Kamu kenapa sih?!" serunya sambil memegang tangannya yang memerah.
Alexandre tidak menjawab. Ia berjalan ke meja kerjanya kemudian mengambil iPad. Rhea masih tetap memperhatikan.
Alexandre menyuruhnya duduk lalu mereka berdua duduk di sofa.
"Liat ini." ucap Alexandre sambil menyodorkan iPad-nya. Wajahnya terlihat tidak menyenangkan.
"Oh! Kamu dapet juga mas?" tanya Rhea antusias. Alexandre mendengus kesal.
"Kenapa kamu ga bilang kalo gantiin model yg sakit?"
"Emang kenapa?" tanya Rhea dengan polosnya.
"Liat itu pose kamu! Pelukan sama cowok asing!" gerutunya.
Rhea mengernyitkan dahinya. Ia bingung dengan sikap atasannya itu. Apa salahnya ia membantu proses pemotretan agar berjalan lancar. Dan... Pose itu juga bukan pose yang vulgar. Mereka berpose biasa saja menurutnya.
"Itu pose biasa aja. Aku juga udah kenal sama Daniel."
"Aku ga suka!"
Rhea menoleh pada Alexandre. "Ha?! Kamu ga jelas!"
Rhea bangkit dari duduknya kemudian berjalan keluar ruangan atasannya itu.
"Rhe...." panggil Alexandre tapi Rhea sudah terlanjur membanting pintu itu.
Rhea kembali ke ruangan divisinya. Belum juga duduk, ia sudah dihadang teman-temannya.
"Kamu ada salah apa sama pak Boss?"tanya Rangga yang kemudian diangguki teman-teman yang lain.
Rhea hanya mengedikkan bahunya lesu. "Kenapa pak Alex sampe nyeret tangan kamu?" kali ini pertanyaan datang dari Amelia, teman divisinya yang gossipnya menaruh hati pada sang wakil CEO.
"Pak Alex marah soalnya aku yang jadi model kemarin. Mungkin dia pengen kamu yang jadi modelnya." ucal Rhea asal. Amelia yang mendengar jawaban itu langsung bersemu merah.
"Iyakah?" tanyanya tak percaya.
Rhea mengedikkan bahu acuh lalu duduk di kursinya melanjutkan pekerjaannya. Teman-teman yang lain kemudian membubarkan diri lalu menuju meja masing-masing.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mantan Sang CEO (TERBIT)
RomanceCinta pertama itu sulit dilupakan. Betul? Apalagi kalau banyak sekali kenangan yang telah kita lalui bersama. Cinta pertama bisa menjadi cinta sejati. Betul? Tidak akan pernah ada yang menggantikan karena selalu terbayang-bayang wajahnya. Alexandre...
