Deg!
Hati Alexandre kembali sakit melihat keakraban mereka berdua.
'Apakah Rio menjalin hubungan dengan Rhea?' tanyanya dalam hati.
Alexandre dan Roby kemudian mencari tempat duduk agak jauh dari Rhea dan Rio. Ia tidak ingin mereka tahu keberadaannya. Alexandre menarik napas panjang dan menghembuskannya. Dadanya masih terasa sesak.
Roby yang menyadari perubahan air muka bosnya sekaligus temannya itu langsung paham. Ia diam saja sambil menikmati makan malamnya.
Rhea dan Rio akhirnya pergi dari tempat makan itu. Alexandre memandang kepergian mereka dengan tanda tanya besar.
Rio dan Alexandre adalah teman semasa mereka melanjutkan studi S2 di Australia. Mereka adalah teman akrab semasa kuliah. Setelah lulus dan menjalani kesibukan masing-masing, mereka jadi jarang berkomunikasi lagi.
Semua teman kampusnya tahu bahwa Rio adalah seorang pria yang gemar gonta ganti pacar.
Didalam mobil pun Alexandre hanya diam. Roby yang sedang menyetir menyalakan radio. Lagu melow mengalun lirih dan sendu membuat Alexandre semakin galau.
*
Keesokan harinya, Rio kembali mengantar adik kesayangannya itu ke kantor.
"Dek, nanti Mas ga bisa jemput ya. Ada meeting nih. Mas pulang malem deh kayaknya." pagi-pagi Rio sudah memberikan kabar buruk untuk Rhea.
Adiknya hanya mengangguk mengiyakan.
Mobil Rhea memasuki pelataran kantor dimana ia magang. Ia segera pamit dan mencium tangan kakaknya itu. Rio membalasnya dengan mencium kening Rhea.
Uh, so sweet!
Rhea turun dari mobil menuju lobi. Pandangannya berhenti pada sesosok pria didepannya. Tetapi kemudian ia berjalan santai melewati pria itu.
"Selamat pagi, Pak." sapanya.
Yang disapa hanya tersenyum sinis.
Kemarin makan malam berdua. Hari ini diantar ke kantor. Sepertinya mantan kekasihnya itu telah memiliki kekasih hati yang baru.
Sedih banget Ngab!
*
Ruangan divisi iklan ramai sekali hari ini. Ah! Biasanya juga ramai.
Hari ini tim divisi desain mulai mendekor ruang meeting dilantai 4.
Orang-orang keluar masuk ruangan. Tim divisi iklan juga beberapa ada yang membantu.
Rhea, Lucy, Rangga, dan karyawan magang dari divisi desain juga sibuk mondar-mandir.
Beberapa kali ia berpapasan dengan Alexandre yang tampak cuek seolah-olah tidak melihatnya. Rhea heran, kadang atasannya itu baik, kadang usil, kadang juga tidak peduli seperti sekarang ini.
Alexandre melengos ketika Rhea akan menyapanya untuk sekedar berterima kasih karena telah diijinkan memakai ruang meeting untuk syuting iklan.
'Dasar cowok labil!' batin Rhea. Ingin rasanya ia mengumpat saja.
*
Alexandre dan Roby memasuki sebuah restoran cepat saji. Alexandre berinisiatif membelikan makanan untuk para karyawan yang sedang mendekor ruang meeting.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mantan Sang CEO (TERBIT)
RomanceCinta pertama itu sulit dilupakan. Betul? Apalagi kalau banyak sekali kenangan yang telah kita lalui bersama. Cinta pertama bisa menjadi cinta sejati. Betul? Tidak akan pernah ada yang menggantikan karena selalu terbayang-bayang wajahnya. Alexandre...
