Chapter 20

11.9K 553 29
                                        

Rhea kembali dari taman sekitar pukul 11 siang. Wajahnya cerah, ia sedang bahagia. Senyum tak lepas dari bibirnya.

Tapi ia kembali cemberut ketika kakaknya muncul dengan pakaian rapi.

"Mau kemana nih ganteng amat!"

"Mau kencanlah! Masak di rumah terus." ejeknya.

"Huh! Sombong!" kesal Rhea. "Aku juga udah punya pacar." bisiknya pada Rio. Seketika mata Rio membulat.

"Kapan jadian sama Alex?" tanya Rio balas berbisik.

"Barusan." kata Rhea terkikik. "Tadi aku jogging di taman trus ketemu dia."

"Wah! Selamat!" katanya sambil memeluk Rhea. Lalu mereka berdua tertawa.

"Ada apa nih kok seneng banget?" tanya papi.

"Kita habis dapet rejeki, Pi." sahut Rhea.

"Wah! Boleh dong papi mami ditraktir." kata mami menimpali.

Rhea melirik Rio sambil mencubit pinggangnya. "Beres, Mi Pi. Nanti kalo udah gajian, Rhea bakal traktir kita kok." katanya kemudian kembali dicubit adiknya.

"Iiihhh.. Maksud Rhea tuh Mas Rio yang bayariiinn!"

Mami, papi, dan Rio tertawa dengan keras sedangkan Rhea semakin memajukan bibirnya.

Rhea naik ke kamarnya di lantai dua. Ia ingin segera mandi. Hatinya kini berbunga-bunga. Tapi sayang, weekend ini akan mereka lewatkan karena keadaan Alexandre yang masih belum pulih benar.
Gapapa, masih banyak waktu! Kata Rhea dalam hati.

Setelah ia selesai mandi dan berganti pakaian, Rhea mengambil ponselnya mengecek apakah ada pesan masuk atau tidak. Ia mengerucutkan bibirnya ketika tidak ada satupun notifikasi pesan atau telepon masuk.

Kemudian ia berjalan ke balkon kamar. Angin berhembus meniup rambutnya. Beberapa ekor burung kecil beterbangan membuat sarang diatas pohon. Rhea kembali tersenyum mengingat Alexandre.

Samar-samar terdengar dering ponselnya diatas ranjang. Rhea masuk ke kamar dan mengangkat panggilan itu.

"Halo." sapanya.

"Halo, Sayang." suara berat itu selalu sukses membuat hatinya berdesir dan pipinya merona. Rhea tersenyum kemudian ia kembali berjalan ke balkon.

"Kamu udah dirumah, Mas?"

"Udah. Aku baru makan sama minum obat. Kamu ngapain? Aku video call ya?" pintanya.

"Kenapa emang?"

"Aku kangen."

"Gombal! Barusan ketemu juga." jawab Rhea.

Suara Alexandre tertawa diseberang sana. Entah kenapa Alexandre yang tidak pernah mempunyai hubungan spesial dengan seorang perempuan selain dengan Rhea itu bisa juga menggombal.

Setelah beberapa menit mereka mengobrol, Alexandre mematikan teleponnya. Ia bersandar pada kepala ranjang kemudian tersenyum. Ponselnya ia letakkan didadanya. Ketika sesaat ia membayangkan wajah kekasihnya itu, rasa kantuk menyerang. Perlahan ia menutup mata.

*

Suara kicau burung di jendela kamar membangunkan Rhea dari tidur panjangnya. Bagaimana tidak, seharian kemarin ia hanya di kamar, tidur dan rebahan karena tidak ada kegiatan. Kakaknya yang sedang jatuh cinta itu sudah tidak peduli padanya.

Rhea bangun dari ranjang menuju kamar mandi. Badannya sakit semua karena kurang gerak. Ia mandi dengan cepat agar tidak terlambat ke kantor.

Mantan Sang CEO (TERBIT) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang