Chapter 30

8.7K 389 33
                                        

Rhea tak habis pikir dengan kisah cinta kakaknya. Nindy telah mengkhianati Rio? What the hell??

"Jadi selama ini Nindy cuma morotin Mas Rio??!" teriak Rhea marah.

"Ga juga, Sayang. Mas Rio kok yang mesti ngajakin dia belanja daripada bete." terangnya.

Rhea memeluk lengan kakaknya. Ia ikut sedih kalau kakak satu-satunya itu sedih. "Mas Rio jangan sedih ya! Liat aja besok aku bikin perhitungan sama dia!" kata Rhea mantap.

Rio tertawa, "Ngapain kamu bikin perhitungan? Emang dia punya utang?"
Rhea langsung mencubit pinggangnya.

"Udahlah dek. Ngapain nemuin dia lagi. Emangnya dia mau balikan sama Mas Rio lagi? Ga kan?! Lagian kalo dia mau, Mas Rio yang ga mau." ucapnya lagi.

"Uuuhhh tayang.. Yang lagi putus cinta." kata Rhea menirukan suara anak kecil sambil menepuk-nepuk kepala kakaknya.

"Dek, ga sopan! Biasa aja kali! Mas Rio ga patah hati kok! Cuman duit Mas Rio habis nih. Pinjemin dong buat malem mingguan besok."

Seketika Rhea langsung berjalan keluar kamar kakaknya sambil meleletkan lidahnya.

Rio mendengus kesal.

*

"Kok barusan nelpon?" protes pria diujung sana ketika telepon telah tersambung.

"Halo, Mas. Udah makan? Udah minum obat? Vitamin?" cecar Rhea.

Alexandre mendengus kesal. "Udah semua."

Rhea mencebikkan bibirnya, "Sinis amat jawabnya."

Alexandre terlihat menyalakan laptopnya.

"Kok kerja?" tanya Rhea ketika mendengar suara tak-tak-tak dari tuts keyboard.

"Cuma ngecek kerjaan, Sayang."

Rhea cemberut, "Kamu tuh harusnya istirahat biar cepet sehat, Mas."

Alexandre menatap wajah cantik kekasihnya dilayar ponsel. "Iyaaa nyonya besar." jawabnya kemudian menutup laptopnya.

"Mas, besok aku siang aja ya kesana."

Alexandre yang awalnya tersenyum langsung cemberut. "Kamu mau kemana?" tanyanya.

"Ada urusan dikit di kampus." jawab Rhea singkat. "Ya udah kamu istirahat ya. I love you Sayang." Rhea menutup teleponnya kemudian naik ranjang untuk tidur.

*

Rhea mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kampusnya. Ia bersenandung mengikuti irama lagu dari radio. Jalanan agak lengang pagi ini karena sudah pukul 10.

Rhea mencari ponselnya didalam tas yang ia letakkan dikursi penumpang. Ia ingin menelepon Alexandre, memberitahunya bahwa ia akan menemuinya sekitar pukul 1 siang.

Pada dering kedua, Alexandre menjawab teleponnya.

"Ya, Sayang."

"Udah makan, Mas?"

Alexandre mengerang rendah mendengar pertanyaan kekasihnya. "Tiap hari pertanyaannya itu terus, Sayang."

Rhea tertawa, "Kan aku pengen bayi besarku cepet sembuh biar bisa cium-cium."

Alexandre tergelak. Kekasihnya itu semakin hari semakin nakal saja.

Rhea berhenti ketika lampu merah menyala. "Mas udah sehat, Sayang." ucap Alexandre kemudian.

Rhea tertawa gembira. Kemudian perlahan ia menjalankan mobilnya ketika lampu berganti hijau.
Tetapi dari arah belakang tiba-tiba muncul truk dengan kecepatan tinggi. Sopir truk itu membunyikan klakson tanpa henti. Rhea yang fokus bertelepon dengan kekasihnya seakan tidak mendengar. Kemudian...

Braaakk!!

Mobil Rhea terpental dan berguling dijalanan. Ponselnya terjatuh dari tangannya. Kepalanya mengeluarkan banyak darah karena terbentur. Warga sekitar yang melihat kecelakaan itu segera menghubungi polisi dan ambulans.

***

Halo Monners...!!
Maaf ya sebagian cerita harus aku hapus karena kepentingan penerbitan 😊

Jadi...
Monapple bersama Eternity Publising bekerja sama dalam penerbitan e-book ini.

Nah, mumpung masih promo nih, harga hanya Rp 47,000 lho.

Kalian udah bisa baca sampai tamat + extra part

Gimana? Tertarik beli?

Ini jalannya ⬇⬇

Link pembelian Ebook:

https://play.google.com/store/books/details?id=AJhpEAAAQBAJ&PAffiliateID=1101I7N6J

com/store/books/details?id=AJhpEAAAQBAJ&PAffiliateID=1101I7N6J

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.






Mantan Sang CEO (TERBIT) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang