Chapter 24

9K 426 27
                                        

Rhea menunggu Lucy didepan ruang dosen pembimbing. Mereka janji bertemu pukul 9 pagi tetapi sampai sekarang batang hidungnya belum juga muncul.

Rhea masuk keruang dosen untuk menyerahkan hasil laporan magangnya. Setelah dosen menerima laporannya, ia keluar ruangan.

Dari kejauhan tampak Lucy yang cemberut berjalan meninggalkan Rangga dibelakang.
"Sorry, Rhe.. Rangga telat jemput aku."

"Cepet masuk ditunggu pak dosen tuh." kata Rhea datar. Lucy segera masuk ke ruang dosen untuk menyerahkan laporan magangnya.

Setelah selesai, mereka menuju kantin. "Kalian kenapa sih?" sungut Rhea melihat kelakuan dua temannya itu.

Lucy hanya melirik Rangga yang dari tadi diam saja. Kemudian Lucy membisikka sesuatu ditelinga Rhea. Lantas Rhea melihat kearah yang dimaksud temannya itu.

Tampak Nathan, mantannya, memasuki kantin bersama seorang perempuan. "Ganti lagi ceweknya? Yang model kemarin kemana?" tanya Lucy. Sedangkan Rhea hanya mengedikkan bahunya acuh.

Tanpa disangka, Nathan berjalan menghampiri meja Rhea.
"Hai, Rhe.." sapanya. Rhea hanya memandangnya sekilas kemudian kembali fokus pada makanannya.

"Aku mau ngomong sama kamu." ucap Nathan tak menyerah.
Rhea mendengus kesal. "Aku duluan ya Luc, Ngga." ucapnya bangkit dan berjalan keluar kantin.

Nathan mengikutinya. "Ngapain sih ngikutin?" tanya Rhea ketus.

"Aku mau ngomong bentar, Rhe."

"Ya udah ngomong aja."

"Kita cari tempat duduk." kata Nathan tiba-tiba meraih tangan Rhea.
Rhea yang terkejut reflek melepaskan genggaman tangan itu.

Setelah mereka duduk di gazebo, Nathan kembali membuka suaranya. "Kamu udah punya cowok, Rhe?"

Rhea hanya meliriknya. "Aku udah putus sama Silvy. Ternyata aku masih sayang kamu, Rhe." gombalnya.

Rhea menatap bunga-bunga didepannya dengan tatapan datar. Bibirnya menipis.

"Aku mau kita balikan, Baby."

"Jangan panggil aku gitu! Denger ya, aku udah muak sama semua kelakuan kamu! Berapa kali kamu selingkuh dan berapa kali aku maafin kamu?" kata Rhea menahan emosinya.

"Maafin aku. Aku tau aku salah. Aku menyesal."

Rhea tidak mempedulikan perkataan Nathan. "Jangan ganggu aku lagi!" kata Rhea sambil berlalu. Ia tidak menghiraukan panggilan Nathan.

Rhea sudah sangat muak dengan mantannya itu. Mereka menjalin hubungan selama kurang lebih satu tahun. Dan dalam satu tahun itu Nathan telah mengkhianatinya sebanyak tiga kali dan ia selalu memaafkannya. Rhea yang naif selalu berpikir manusia pasti akan berubah.

Tetapi kesabaran pasti ada batasnya. Rhea tidak bisa terus menjalani hubungan toxic seperti itu. Ia juga harus memikirkan masa depannya. Akhirnya, tiga bulan yang lalu sebelum ia magang, ia memutuskan hubungannya dengan Nathan.

Rhea berjalan kaki menuju kafe didepan kampusnya. Hari ini ia malas mengendarai mobilnya. Setelah memesan minuman, ia duduk dipojok ruangan. Kemudian ia mengambil ponselnya, Alexandre belum menghubunginya lagi. Akhirnya setelah menghabiskan minumannya ia pergi ke kantor kekasihnya itu dengan alasan akan mengambil nilai hasil magang.

Rhea berdiri di lobi gedung. Ia menghampiri meja resepsionis dan bertanya apakah wakil CEO ada di ruangannya. Setelah mendapatkan jawaban dari resepsionis, ia segera naik ke lantai empat gedung itu.

Rhea menghampiri meja sekretaris dan meminta ijin bertemu Alexandre. Sekretaris itu lantas mengiyakan karena ia juga mengenal Rhea.

Tok! Tok! Tok!

Mantan Sang CEO (TERBIT) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang