"Mas..." Rio yang sedang menyetir mobil menoleh pada adiknya.
"Kenapa Mas Rio ga marah?"
"Kamu pengen Mas Rio marah?"
Rhea menggeleng. Sekarang mereka dalam perjalanan pulang ke rumah. Setelah kejadian di rumah Alexandre tadi, Rio jadi tahu hubungan adik dan temannya itu dulu. Rio memang tipe kakak yang protektif pada adiknya, apalagi adiknya perempuan. Sedari kecil mereka selalu bermain berdua, menangis pun berdua ketika salah satu dari mereka kena marah orang tuanya.
"Mas Rio kenal sama Alex kira-kira 3 tahunan waktu kuliah di Aussie. Dan selama kuliah Mas belum pernah liat dia deket sama cewek." Rio memulai ceritanya sambil tetap fokus menyetir.
"Waktu itu Mas tanya kenapa kalo ada cewek yg nembak selalu ditolak? Dia bilang apa dek?"
"Apa?"
"Dia bilang, hatiku sudah tertambat pada Rhea cinta pertamaku." ucap Rio sambil tertawa. Sedangkan wajah Rhea kembali memerah.
"Mas pikir nama Rhea itu banyak di dunia ini. Eh ga taunya adik Mas sendiri. Cih!"
Sekarang Rhea yang tertawa. "Makasih ya Mas." kata Rhea sambil mencium pipi kakaknya.
"Alex orang baik dek. Kayaknya dia emang sayang banget sama kamu." ucapnya meyakinkan Rhea.
*
Rhea memasuki ruangan divisi iklan. Hari ini hari Jumat. Mereka akan mengadakan rapat untuk membahas proyek selanjutnya. Andi sebagai asisten manager memulai rapat pukul 8:30 pagi.
"Jadi temen-temen, proyek kali ini adalah pembuatan iklan produk minuman. Customer minta lokasi di pantai. Gimana? Apa ada saran?" tanya Andi pada anggota rapat.
Lucy sibuk mencatat hasil rapat hari ini. Meskipun mereka --anak magang-- hanya bekerja sampai minggu depan, tetapi mereka masih semangat mengerjakan tugas-tugas yang diberikan seniornya.
Andi memberitahukan alasan pak Robert mempercepat waktu magang adalah agar mereka segera mengerjakan laporan hasil magang dan fokus mengerjakan skripsi. Disamping itu, mereka juga telah melakukan pekerjaan dengan sangat baik ketika proyek pembuatan iklan fashion bulan lalu.
Setelah rapat selesai, Rhea dan Lucy turun ke lantai dasar untuk membeli kopi.
Ting! Sebuah pesan masuk diponsel Rhea.
Pulang jam berapa? ~Boss playboy
Rhea tersenyum. Kemudian segera membalasnya.
Jam 4
Rhea dan Lucy memasuki kafe kemudian Lucy antri memesan minuman. Sedangkan Rhea mencari tempat duduk.
Aku lagi RS. Buka gips. ~Boss playboy
Sama siapa? Balasnya.
Mita. ~Boss playboy
Setelah membaca balasan dari atasannya itu, Rhea memasukkan ponsel kekantong celananya. Hatinya dongkol.
Lucy menghampirinya sambil membawa 2 cup kopi.
"Kenapa tu muka?" tanyanya.
"Au ah!!" jawab Rhea kemudian berdiri. "Balik yuk!"
Mereka kembali ke ruangan divisi. Para senior masih membahas proyek mereka selanjutnya. Rhea duduk di kursinya sambil minum kopi. Hatinya masih kesal. Kenapa harus pergi sama Bu Mita coba?!, batinnya. Kemudian ia menggebrak meja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mantan Sang CEO (TERBIT)
RomanceCinta pertama itu sulit dilupakan. Betul? Apalagi kalau banyak sekali kenangan yang telah kita lalui bersama. Cinta pertama bisa menjadi cinta sejati. Betul? Tidak akan pernah ada yang menggantikan karena selalu terbayang-bayang wajahnya. Alexandre...
