Chapter 37

7.1K 358 20
                                        

Sinar matahari pagi masuk lewat celah lubang angin di kamar Rhea. Jam telah menunjukkan pukul 8 pagi dan ia belum juga beranjak dari peraduan.

Suara cicit burung gereja terdengar mematuk-matuk kaca jendelanya membuatnya sedikit terganggu.

Ia memicingkan matanya karena silau dengan sinar matahari yang masuk ke kamarnya.

Rhea bangun dari tidurnya lalu mencari crutch berjalan membuka jendela kamarnya. Burung-burung itu lalu pergi entah kemana.

Rhea mendongakkan kepalanya seraya menghirup udara pagi itu.

Kemudian ia menunduk kebawah karena seruan beberapa orang. Rhea melihat seorang pria berpakaian rapi dengan helm full face serta membonceng sebuah boneka beruang yang sangat besar diatas motornya.

Pria itu menghadap kearah apartemennya dan melambaikan tangannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pria itu menghadap kearah apartemennya dan melambaikan tangannya. Rhea mengerutkan dahinya. Apakah ia sedang melambaikan tangan padaku? Batinnya.

Rhea melongokkan kepalanya kemudian menengok kiri dan kanan kearah kamar tetangganya. Namun tidak ada orang disana.

Pria itu masih tetap melambaikan tangannya dan kemudian melepas helm fullface-nya.

Rhea terperangah melihatnya. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

Buru-buru Rhea mengambil crutch-nya kemudian berjalan keluar kamar.
"Mau kemana nak?" tanya mami dari dapur.

"Ada mas Andre dibawah, Mi." jawab Rhea kemudian memakai jaketnya.

"Hati-hati, Sayang."

Rhea mengangguk lalu segera memasuki lift yang sedang terbuka kemudian memencet tombol angka 1.

Rhea telah berada didepan pintu apartemennya ketika Alexandre berdiri bersandar pada motor besarnya.

Rhea telah berada didepan pintu apartemennya ketika Alexandre berdiri bersandar pada motor besarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kemudian ia mendongak ketika mendengar suara 'tuk' 'tuk'

"Good morning, Sweetheart."

Rhea tersenyum lebar melihat kekasihnya mengunjunginya lagi.

Mantan Sang CEO (TERBIT) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang