Chapter 23

9.4K 441 19
                                        

Desas-desus hubungan Rhea dan Alexandre telah menyebar ke seluruh kantor. Ada yang berkata negatif tentang Rhea, ada pula yang ikut berbahagia. Contohnya tim divisi iklan, mereka bahagia dengan kabar itu. Allyn si Ratu Gossip juga telah menyelidikinya.

"Guys... Dengerin deh. Kalian tau ga pria tampan yang kapan hari ke kantor kita?" Allyn membuka suara. "Yang ikut rapat. Itu loh yang mau bikin iklan apartemen." kata Allyn yang diangguki teman-temannya.

"Ternyata dia itu kakaknya Rhea." katanya lagi. "Trus... Yang paling hot nih, Rhea itu adalah mantan Pak Alex pas SMA."

Semua yang mendengarkan cerita Allyn terkejut dan melongo.

"Jadi mereka CLBK?" tanya Bella yang dijawab dengan anggukan teman-temannya.

*

Jam telah menunjukkan pukul 8:30 pagi tetapi Rhea masih memeluk gulingnya. Hari ini adalah hari Senin, Rhea tidak lagi berangkat magang. Teman-temannya juga belum menghubunginya. Mungkin sibuk dengan proyek baru, pikirnya.
Rhea menguap dan meregangkan otot-ototnya.

Ponselnya diatas nakas berdering. Kemudian dengan malas ia mengangkat panggilan video itu.
"Good morning, Sweetheart." suara berat dan wajah tampan yang terlihat dilayar itu membuat Rhea kembali tersenyum.

"Good morning, Mas." balasnya masih tetap memeluk guling.

"Pengen deh jadi gulingnya." goda Alexandre. Rhea tertawa serak khas orang bangun tidur.

"Aku kangen." kata Alexandre. "Kemarin seharian kamu ngurung diri dikamar kata Rio."

Rhea kembali menitikkan air mata. Mengingat teman-teman di kantor. Meskipun hanya tiga bulan tapi ternyata sangat berarti baginya.
Mereka merasakan sedih dan senang bersama. Dimarahin Pak Robert, rebutan mesin foto kopi, makan siang bersama, dan lain-lain.

"Sayang..." panggil Alexandre. Rhea hanya menjawabnya dengan dehaman. "Jangan sedih lagi, Please."

Rhea mengangguk kemudian mengusap air matanya. "Hari ini kamu sibuk, Mas?"

"Iya, Sayang. Hari ini Mas ada rapat diluar kota. Ini lagi nunggu supir di lobi."

"Kemana?"

"Surabaya. Nanti malam Mas pulang langsung telpon kamu ya."

Rhea mengangguk. "Hati-hati, Mas." Alexandre menjawab dengan senyuman.

Setelah menutup telepon, Rhea turun dari ranjangnya menuju kamar mandi. Ia bingung akan melakukan apa hari ini. Setelah mandi dan berganti pakaian, ia menghubungi Lucy akan mengajaknya ke mall.

"Luc, ngemall yuk."

"Yuk! Aku ajak Rangga boleh ga?"

Rhea memutar bola matanya, "Boleehh... Jam 11 aku berangkat ya." ucap Rhea kemudian mematikan sambungan telepon.

Tepat pukul 11 siang Rhea berangkat ke mall. Ia menunggu Lucy dan Rangga disalah satu restoran cepat saji didalam mall. Karena hari kerja, suasana mall tampak sepi. Tak berapa lama Lucy dan Rangga menghampirinya. "Semakin mesra saja kalian berdua."

"Heh, kamu utang cerita ya sama kita berdua." Lucy menagih janji Rhea.

Rhea hanya menjawab dengan cengiran. "Makan dululaahh! Aku udah makan nih." ucapnya sambil menunjuk piring kosong didepannya.

Lucy menyuruh Rangga untuk antri membeli makanan karena ia tidak sabar mendengarkan cerita cinta temannya itu. Akhirnya Rhea menceritakan awal mula ia bertemu dan berkenalan dengan Alexandre sampai akhirnya ia menjalin hubungan lagi dengannya.

"Jadi, gimana Pak Alex waktu SMA?" tanya Lucy.

Rhea tertawa kemudian mengingat-ingat wajah kekasihnya dimasa sekolah dulu. "Dulu dia imut banget. Pipinya mulus tanpa brewok kayak sekarang."

"Imut mana sama aku?" tanya Rangga.

"Kamu dong, Beb." jawab Lucy.
Rhea memutar bola matanya jengah.

"Alamat jadi obat nyamuk nih!" ucapnya.

Setelah selesai makan, mereka ke toko buku untuk mencari buku referensi. Dari pada bengong di rumah tidak ada kegiatan, Rhea akan mulai mengerjakan laporan magangnya.

Pukul 3:30 sore Rhea telah sampai di rumah. Setelah menyapa maminya, ia pergi ke kamar untuk berganti pakaian lalu turun lagi akan berenang sebentar. Rhea memang rajin berolah raga, kalau tidak berenang ia akan jogging di taman.

Setelah berenang 2 putaran, ia duduk dipinggir kolam sambil melihat maminya mengecek tanaman. Mami mempunyai hobi mengkoleksi tanaman yang sedang viral, contohnya sekarang. Beliau mempunyai beraneka macam tanaman aglonema. Nanti kalau sudah bosan, mami akan menghibahkan tanaman-tanaman itu pada temannya. Mami juga sangat menyukai bunga anggrek. Beliau akan rela berburu bunga anggrek dipamerkan bunga sampai luar kota. Mami selalu mengatakan kalau hobi itu bisa menghilangkan stress.

Makanya, diusia yang sudah kepala lima, mami Rhea masih terlihat muda, cantik, dan bugar. Mami masuk kedalam rumah untuk memasak di dapur.

Sedangkan Rhea kembali menceburkan dirinya kedalam air. Ia akan berenang dua putaran lagi kemudian mandi dan bersiap makan malam.

Malam ini hanya Rhea dan maminya yang makan malam bersama, sedangkan papi dan Rio belum pulang dari kantor.
"Mi, Rhea ke kamar duluan yaa.." pamitnya seraya mencium kedua pipi maminya. Mami hanya tersenyum dan menganggukkan kepala.

Setelah di kamar Rhea mengambil ponselnya didalam tas. Matanya terbelalak ketika ada banyak notifikasi telepon dan pesan. Ya, siapa lagi pelakunya kalau bukan kekasihnya yang posesif. Tanpa pikir panjang Rhea segera menghubungi Alexandre.

"Hemm..." suara dehaman terdengar pada deringan pertama.

"Udah dirumah?"

Kembali terdengar dehaman dari ujung sana. Rhea menghela napas pasrah, kekasihnya ngambek!

"Udah makan?" hanya helaan napas yang terdengar.

"Ya udah kalo capek tidur aja." kata Rhea akhirnya kemudian mematikan sambungan telepon sepihak. Rhea menatap layar ponselnya yang gelap. Lima detik, sepuluh detik, satu menit, dua menit, tidak ada telepon dari kekasihnya. Rhea kembali menghela napasnya. Kemudian ia menyalakan laptop dan mulai mengerjakan laporan hasil magang.

Tak terasa jam telah menunjukkan pukul 10 malam, Rhea mematikan laptopnya dan bersiap tidur.

*

Ditempat lain, di lantai lima gedung KL Creative.
Alexandre masih berkutat didepan laptopnya. Ia mengecek email dan perkembangan perusahaannya. Sesekali ia melirik ponselnya, Rhea tidak meneleponnya lagi. Mungkin kekasihnya itu sudah tidur.

Kenapa kekasihnya itu sering kali mengabaikan teleponnya?
Apa yang ia lakukan?
Ia pergi kemana saja?

Segala pertanyaan memenuhi kepalanya. Memang benar bahwa ia adalah pria posesif. Itu karena ia sangat mencintai Rhea. Ini bukan cinta sesaat. Ia telah menunggu Rhea bertahun-tahun untuk kembali padanya.

Alexandre mematikan laptopnya kemudian beranjak menuju kamar untuk tidur.

***
Segini dulu yaa... See you next part
Jangan lupa komen dan vote







Mantan Sang CEO (TERBIT) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang