Part 44

5.5K 95 30
                                        

Your vote and comment is very important <3

/On Instagram/

@blurmirrorr

*****

New York

10.15 PM

Setibanya di atas, Sky langsun menuju kamar dan mandi serta memakai beberapa macam skincare. Setelahnya, ia menuju ranjang dan merebahkan dirinya diatas benda empuk tersebut. Sembari menunggu kabar dari Matthew, ia menggunakan waktu yang tersisa untuk bermain ponsel dan mengecek jadwal Matthew besok.

Jam di layar ponselnya sudah menunjukkan pukul sebelas tetapi ia belum mendapatkan kabar apapun dari Matthew, baik sebuah pesan ataupun sebuah panggilan dari lelaki itu.

Akhirnya Sky memutuskan untuk mencoba mengirimkan pesan kepada Matthew.

Skylar Quinn

Hello

Setelah mengirimkan pesan tersebut kepada lelaki yang mengantarnya pulang, ia memutuskan untuk tidur. Sky menghidupkan mode terbang pada ponselnya dan meletakkan benda pipih tersebut di atas nakasnya.

Keesokan paginya, kamar Sky terang disinari sinar matahari pagi. Terlihat seorang wanita masih tertidur pulas dengan posisi guling menututupi wajahnya.

Pukul tujuh pagi, benda pipih diatas nakas yang terletak di sebelah ranjangnya berbunyi. Dengan susah payah, Sky mencoba untuk membuka mata namun ia disambut dengan silaunya sinar matahari dari luar.

Salah satu tangannya meraih benda pipih yang masih saja berdering. Disaat ia mematikan mode terbang, notifikasi mulai masuk tetapi satu notifikasi yang ia harapkan tidak kunjung mucul di layar ponselnya. Sky membuka kembali pesan yang ia kirim semalam. Terlihat dua centang abu yang menandakan bahwa pesan tersebut belum dibaca oleh si penerima. Sky kemudian beralih ke status terakhir dilihat dari penerima. Status tersebut menunjukkan penerima terakhir membuka aplikasi tersebut pada pukul sembilan.

Sky mulai berpikir kembali ke kejadian semalam. Pukul sembilan adalah ketika dirinya dan Matthew mulai kembali menuju tempatnya.

Sky mencoba berpikiran positif. Mungkin saja Matthew lelah dan lupa untuk mengabarinya. Namun, apakah mungkin lelaki itu tidak mengecek ponselnya di pagi hari?

Sky mencoba untuk menunggu hingga dirinya tiba di kantor. Ia akan coba mengecek apakah lelaki itu berada di ruangannya.

Jam delapan kurang duapuluh menit, Sky menuju AMX House. Sebelum menuju kantor, ia berhenti di sebuah coffee shop. Ia membeli croissant dan latte kesukaannya.

Tepat pukul delapan, Sky tiba di AMX House. Di lobby gedung tersebut, terlihat beberapa pegawai perusahaan berjalan dengan cepat menuju lift. Begitu juga dengan Sky, ia segera menuju ruangannya berada di lantai yang sama dengan ruangan pemimpin perusahaan.

Hal pertama yang wanita itu lakukan setelah tiba di ruangannya adalah meletakkan tas dan berkasnya di atas meja kemudian ia mengecek ke ruangan sebelahnya, yaitu ruangan Matthew. Ruangan tersebut kosong dan masih terlihat rapi.

Tak dapat dipungkiri setelah wanita itu tidak mendapatkan jawaban sesuai ekspetasinya, ia mulai berpikiran macam-macam.

Ia mencoba untuk menelepon Matthew tetapi panggilannya tidak dijawab. Beberapa menit kemudian, Sky menerima panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Biasanya, Sky tidak akan mengangkat panggilan dari nomor yang tidak ia kenal tetapi untuk kali ini, ia mengangkatnya karena ia mempunyai firasat jelek.

"Halo dengan ibu Skylar?" Terdengar suara lelaki dari seberang sana.

"Iya dengan saya sendiri. Dengan siapa ini?" Tanya Sky.

"Kami dari Presbyterian Hospital. Kami ingin menginformasikan bahwa Saudara Axel Matthew sedang dirawat di rumahsakit." Raut wajah Sky berubah dissat ia mendengar apa yang dikatakan.

Tanpa basa-basi, Sky langsung memutuskan panggilan dan mengambil tasnya. Ia segera menuju rumah sakit dimana Matthew dirawat.

Sialnya, jalanan kota New York sangat ramai hari ini sehingga Sky harus sedikit ugal-ugalan untuk bisa cepat tiba di rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit, Sky langsung menanyakan nomor kamar Matthew dan menemui dokter yang menanganinya.

Kondisi Matthew sekarang masih belum sadarkan diri tetapi dokter mengatakan bahwa tidak ada luka yang serius. Matthew hanya perlu dirawat di rumah sakit selama tiga hari dan diizinkan pulang jika keadaannya mendukung.

Terlihat seorang lelaki terbaring tak berdaya di kasur rumah sakit dengan infus dan oksigen terpasang di tubuhnya. Seketika Sky merasa sakit melihat kondisi Matthew seperti itu. Namun, apa yang bisa ia perbuat selain berdoa dan meminta keselamatan untuk lelaki di depannya ini.

- My Bossy Trillionaire -
                               4 September 2021
                                         13.15 PM
IG: blurmirrorr                                xoxo!

MY BOSSY TRILLIONAIRECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang