32. SUMMER : Wine dan Ranjang 18+

10.5K 701 165
                                        

Warning : 1

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Warning : 1.8K words ⚠️

•••

Gulf mengatup rapat bibirnya kala melihat hadiah yang di berikan oleh Mix, nafasnya terasa berat merasakan bagaimana halus dan tipisnya sebuah lingerie berwarna merah— lengkap dengan alat-alat lainnya.

Mix benar-benar gila.

Dari sini ia bisa mengintip Mew yang sedang menelepon seseorang, kakinya bergetar membayangkan pikiran liar menguasai malam pernikahan mereka.

Bagaimanapun juga.. Gulf bukanlah orang awam yang baru mengenal hal seperti ini. Apalagi setelah dua seks hebat terlewati membuatnya menjadi sedikit memiliki corak ketika bercinta.

Katakanlah ia tidak waras karena sekarang dirinya bahkan membayangkan sapuan lembut di pinggul kemudian naik menuju perutnya.

Menyenangkan.

"Aku bisa gila," gumamnya malu.

Pikirannya kembali menimbang apakah ia harus mengenakan benda ini atau tidak, apalagi melihat ukuran buttplug yang lumayan besar.

Namun entah kenapa lubang senggamanya justru berkedut tidak sabaran, membayangkan betapa keras prostatnya di hantam.

"ASTAGA HENTIKAN!" Teriaknya tanpa sadar.

Ttok

ttok!

"Gulf, kamu kenapa?"

Si manis menepuk pelan pipinya, dari nada suara suaminya jelas pria itu sangat khawatir. Lagipula sejak kapan dirinya bisa semesum ini?

"Aku baik-baik saja!" Saat ini ia harus memilih sebelum Mew mendapati dirinya dalam keadaan kacau.

.
.
.

Mew menidurkan dirinya diatas kasur sembari menunggu Gulf— ah tidak istrinya dari kamar mandi, mengamati dua cincin yang ia simpan dalam kotak beludru berwarn hitam.

Seharusnya mereka memakai ini tadi, tapi karena ada kesalahan.. keduanya malah berakhir tertawa tidak jelas.

Perhatiannya teralih pada suara deritan pintu, awalnya ia tidak terlalu mengamati sebelum menyaksikan bagaimana wajah gugup Gulf malah membuatnya tidak fokus.

"K—kamu mau ke kamar mandi?" Tanya si manis.

"Tidak kok, ayo sini" Mew menepuk ranjang sebelahnya yang kosong namun Gulf hanya diam sembari memainkan ujung bathrobe-nya.

"Aku mau nunjukin sesuatu."

Alis Mew terangkat satu ketika Gulf perlahan membuka kaitan bathrobe lalu menurunkannya perlahan, menampakan sedikit bagian dada yang berlapis sesuatu hingga ketika kain tebal itu luruh ke lantai.. Mew melotot tanpa sadar.

SUMMER ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang