31. SUMMER : Wedding Day

6.3K 691 89
                                        

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••

Mew tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada Gulf sejak semalam, setelah sesi makan malam yang di hadiri kerabat dekat dan tentunya melibatkan keluarga besar.. anak itu menjadi sangat pendiam.

Seperti saat ini, Mew menghampiri kucing manisnya yang hanya terdiam di balkon utama. Kepalanya menengadah entah sedang memikirkan apa.

"Gulf," panggilnya pelan.

Yang lebih muda menoleh, ada jejak airmata di pipinya. Mew semakin berpikiran rumit tentang apa yang sudah di alami calon istrinya dua hari yang lalu.

"Kenapa disini? di dalam masih ramai."

Gulf menggeleng, bibirnya terbuka ingin mengatakan sesuatu namun segera di tutup kembali.

Mew menyimpan senyum di wajahnya, Gulf yang melihatnya malah semakin ingin menangis.

"Sini, aku peluk dulu biar kamu tenang." Mew mengulurkan tangannya dan segera disambut kucing manisnya.

Jemarinya bergerak menyusuri punggung Gulf menenangkan kala pundak sempit di pelukannya terlihat naik turun dengan cepat, "Sayangnya aku kalau sedih gini nanti orang-orang bakal mikir pernikahan kita adalah perjodohan paksa."

"Mew maaf.."

"Jangan minta maaf, kamu tidak salah. Cantiknya aku pasti punya alasan."

Gulf semakin merasa bersalah, pikiran gilanya untuk membatalkan pernikahan mereka langsung pergi entah kemana. Jujur saja.. dua hari kemarin ia sempat meragukan dirinya sendiri— apakah ia pantas menjadi pasangan Mew atau tidak?

Ia tidak mengerti perasaannya sekarang, oleh karena itu Gulf hanya bisa menepi dan menangis dalam diam.

"Mew.."

"Iya sayang, aku disini kok tidak kemana-mana."

"Maaf— maaf udah mikir buat batalin pernikahan kita, kamu bisa pukul atau tampar aku tidak apa kok.. aku minta maaf.."

Mew mengeratkan pelukannya pada pinggang calon istrinya, semilir angin membuat keduanya secara alamiah mencari kehangatan. Bibirnya berkali-kali mengecup pipi juga kening Gulf sarat akan perasaan yang tulus.

"Aku mau dengar alasannya dulu, baru nanti bisa mutusin anak nakal di depan aku bakal di pukul atau tidak," Suara Mew terdengar jenaka.

Gulf mengalungkan lengannya ke leher kokoh Mew, "Kemarin aku kumpul sama sepupu-sepupu kamu dan mereka bilang, sayang sekali Mew akhirnya menikah dengan laki-laki padahal banyak wanita cantik diluar sana."

Rasanya sangat sedih tapi jika di ingat kembali.. Gulf merasaka kehilangan jati diri sebab ini bukanlah dirinya sekali.

"Jadi kamu kesal?"

SUMMER ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang