Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
Jejak airmata masih terlihat, dua jam sejak pertengkaran telah di lewati namun suasananya masih terasa. Gulf termenung seorang diri di ruang tengah memandang bekas pecahan piring yang tidak sengaja ia buat.
Mew meninggalkannya setelah melayangkan beberapa kalimat jahat, jujur.. ini memang salahnya.
Maka dari itu Gulf hanya bisa diam pasrah menerima rentetan ujaran tidak mengenakkan.
"Seharusnya kamu itu bisa bikin aku nyaman di rumah, bukannya malah seperti ini.. seolah-olah aku ini tidak punya batas kesabaran dan kamu malah semakin berbuat seenaknya!"
Jemari kakinya menekuk sembari menundukkan kepala nyaris bertabrakan dengan perut besarnya.
Gulf ketakutan.
Mew mengusap wajahnya kasar, "Kamu— astaga.. bisa tidak sih jangan berlebihan? hanya karena kamu hamil bukan berarti aku harus selalu menurut!"
"M—maaf.."
"Aku juga butuh waktu sendiri, Gulf."
Beberapa menit di lalui tanpa kata, hanya ada hembusan nafas juga isakan Gulf yang tidak tertahan.
Hingga suara langkah kaki terdengar menuju pintu utama.
Mew meninggalkannya.
***
Mew menghembuskan nafas lelah, pertengkarannya dengan Gulf tadi benar-benar mengubah total suasana hatinya.
Lebih ke merasa bersalah.
Tapi sesekali ia merasa perlu melakukannya agar Gulf juga bisa mengerti dan paham situasi yang mereka hadapi, terlebih Mew adalah orang yang harus menanggung semuanya sendirian.
Maksudnya.. ia baru menyadari Gulf itu sedikit merepotkan.
"Tuan, anda kembali ke Rumah?"
Hening sejenak, Mew masih belum mau menginjakkan kaki di kediamannya bersama si manis.
"Kita ke perusahaan saja," putusnya.
Memandang kosong jalanan yang di lalui, bersama semilir angin sejuk menyapu wajah.. Mew menikmati waktu-waktu seperti ini.
Setelah semuanya membaik, ia akan segera meminta maaf pada Gulf.
. . .
Mix menatap sendu sahabatnya yang kini terlihat pucat, tadi malam anak itu meneleponnya dan berkata ia sendirian di rumah.
Lebih menyakitkannya lagi ternyata Mew tidak pulang dari kemarin, Gulf pun sudah menceritakan semuanya perihal apa yang terjadi sebelum mereka seperti ini.
"Kamu tidak mau pulang ke rumah bunda saja? disana pasti ada yang jagain. Kalau aku tidak bisa terus-terusan disini.. maaf ya."
Gulf membalas senyuman itu namun garisnya tidak sampai ke mata, "Aku paham soal itu. Dan masalah pulang ke rumah Bunda.. aku rasa enggak dulu. Soalnya takut nanti ada beberapa pihak yang ikut campur padahal ini hanya tentang kami berdua, kalau buat kamu.. aku percaya kok."