24. sunset yang cantik

74 6 1
                                        

♪ ♪ ♪

Mecca melangkah mengikuti Shena yang sepertinya ingin menelpon seseorang, tapi anehnya ia harus menuju tempat sepi seolah ada rahasia besar yang akan dibicarakan

Berhenti dibelakang sekolah, Shena mengedarkan pandangannya memeriksa bahwa sudah tidak ada yang melihatnya

Mecca berdiri dibalik tembok tak jauh dari keberadaan Shena, ia menajamkan telinganya. Memang ini sedikit tidak sopan, tapi Mecca tidak peduli siapa tau ini tentang nya kan?

"Hallo?"

"Iya, gimana buk bos? Ada perlu lagi?"

"Gini gini, gue punya rencana, gue mau Lo pada bantuin gue buat singkirin Mecca"

Mecca melototkan matanya, setidak suka itu kah Shena dengannya? Dan seobsesi itu kah Shena dengan Ray? Pikirnya

"Mecca? Yang sekelas buk bos kan?"

"Hm, Lo mau kan bantuin gue? Tenang, bayarannya mahal kok"

"Mau banget dong, kapan tuh?"

"Kapan kapan gue kabari lagi, gue udah ada rencana tinggal tunggu waktu yang tepat aja"

"Oke, kutunggu kabarnya"

Tut

Mecca segera pergi dari sana sebelum ketahuan oleh Shena, yang ada malah dipercepat lagi uh

Dengan santai walau banyak pikiran Mecca berjalan ketempat dimana Alleta Ray dan yang lain berkumpul, dibawah pohon dekat lapangan basket

"Woi, dari mana Lo?" Tanya Alleta

Mecca hanya mengedikkan bahunya acuh dan duduk disamping Alleta, tangan nakalnya melepas ikat rambut yang terpasang apik dirambut Alleta

"Eh anjir! Goblok Lo! Gue udah susah payah ngucirnya"

"Payah doang kali"

"Pokoknya Lo harus tanggung jawab, benerin" Alleta menyondorkan ikat rambutnya pada Mecca

"Gue bukan babu Lo"

"Kan Lo-" ucapan Alleta terpotong kala ada yang menyambar ikat rambutnya

Mata Alleta membelalak kala mengetahui yang mengambil adalah Andum

"Berisik" Andum mengunpulkan anak rambut Alleta membuat jantung sang empu hampir lompat dari keberadaannya

"Acie cie Abang ku" Alvin berkata demikian dengan senyum yang terlihat sangat menyebalkan Dimata orang yah melihatnya

"Awas hati Lo nyantol Ndum, pindah tempat, tapi bagus sih" ucap Ray

"Lo liat tuh Ndum, si Alleta gugup karna abang Andum yang tamvan sedang mengucir rambutnya bhaha" Ucap Tio dramatis

"Emang abang ganteng itu namanya siapa sih kok Ndum Ndum? Gandum?" Tanya Geysha dengan polosnya

"Andum atuh gak pake G" Geysha mangut mangut mendengar penuturan Tio

Andum menulikan telinganya dan sesegera mengucir rambut Alleta lalu merapikan anak rambut yang tidak kena

"Ta, Lo pulangnya agak telat an?" Tanya Mecca pada Alleta

Alleta mengangguk "iya, gue kerja kelompok"

Mecca mangut mangut, ia menatap Ray "Ray" panggilnya

Ray menoleh dan mengangkat sebelah alisnya bertanya

"Nanti gue nebeng pulangnya" Ray mengangguk

♪ ♪ ♪

Mecca menunggu Ray yang sedang mengambil motornya didepan gerbang sekolah

MECCA [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang