🌿 44. Flashback [2]: Penyebab aku tergila-gila padamu

4.5K 213 25
                                        

Meski penolakan selalu Ivona lontarkan pada Dante, menyuruh agar pria itu menjauh darinya. Namun Dante tak kunjung mendengarkan perkataan Ivona, pria itu masih saja mendekati Ivona.

"Cupu, belikan gue minuman," kata seorang siswa yang kebetulan satu kelas dengan Dante.

"Beli sendiri," tolak Dante, dia sudah muak menjadi pesuruh. Dirinya bisa saja melawan anak-anak nakal itu. Tetapi, Dante tidak ingin penyamarannya ketahuan.

"Sudah berani melawan?!" bentakan itu terdengar oleh seluruh anak yang melewati tempat Dante dan siswa itu.

Dante hanya menghela napas lelah, akhirnya dia mau juga melakukan perintah dari siswa itu.

Di kejauhan Ivona melihat kejadian itu, dia hanya menatap datar sosok Dante yang begitu menyedihkan.

"Bodoh," gumam Ivona.

Cewek itu berbalik pergi, rupanya Dante tidak juga sadar kalau dirinya begitu bodoh. Kalau Ivona yang berada di posisi Dante, sudah dipastikan dia akan melawan semua anak-anak yang mengganggu dirinya, tidak peduli resikonya karena dia sangat benci seseorang yang mengganggunya.

Hari berikutnya, Ivona datang terlambat, selain karena jalanan macet dia juga bangun kesiangan pagi ini. Ditambah rasa malasnya untuk bersekolah.

"Bagi murid yang telat, segera membersihkan lapangan," teriak guru BK yang berada di depan gerbang.

Ivona menghentakkan kakinya, nasibnya sial hari ini. Pada akhirnya dia mengikuti murid lainnya yang telat juga.

"Lo aja yang bersihkan semua, gue capek mau duduk," kata Rani, salah satu anggota pemandu sorak, perkataan cewek itu disetujui oleh murid lainnya.

Dante hanya mengangguk, dia tidak mencoba untuk menolak ataupun membantah perkataan cewek itu. Setelah melihat anggukan Dante, para murid lainnya bergegas menepi di pinggir lapangan.

Dante segera menyapu lapangan yang kotor penuh dengan sampah. Cowok itu terlihat biasa saja.

Berbanding terbalik dengan Ivona, wanita itu sudah naik pitam dibuatnya, selain karena Rani salah satu cewek yang dibencinya, dia juga tidak tega dengan Dante.

"Lo telat?" tanya Ivona mendekati Dante, kali ini cewek itu tidak cuek seperti biasanya saat bertemu Dante.

Dante mendongak, dia melihat Ivona yang berdiri di depannya, melihat wanita pujaannya membuat Dante semakin semangat.

"Iya, gue telat. Lo juga telat?" tanya Dante dengan senang.

Ivona menaikan sebelah alisnya heran melihat semangat Dante yang tinggi.

"Seperti yang lo lihat."

"Lebih baik lo duduk aja, biar gue yang gantiin semua tugas lo," ujar Dante.

Ivona terkejut mendengar Dante dengan senang hati menggantikan hukumannya.

"Lo yakin?"

"Sangat yakin," jawab Dante dengan cepat.

"Lo mau nurutin satu permintaan gue? Kalau lo mau, gue bisa jadi teman lo," kata Ivona yang sontak saja membuat Dante tersentak kaget saat mendengarnya.

"Gue mau," kata Dante dengan cepat.

"Suruh Rani lakuin tugasnya, lo nggak perlu melakukan ini semua," ucap Ivona, meski dia jahat, tetapi dia juga memiliki sisi baik.

Crazy Over You 21+[END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang