Hari ini Jihyun pergi ke Rumah Sakit dengan semangat. Yoongi bilang jika Jimin sudah membaik dan dia akhirnya bisa menemuinya. Sebenarnya hari ini Yoongi dan sang ibu pergi ke kantor polisi karena Tuan Park tiba-tiba saja menyerahkan dirinya atas semua kekerasan yang telah dilakukannya pada Jimin. Dia bahkan menyerahkan sendiri beberapa bukti atas semua perbuatannya. Saat Tuan Park tau tentang keadaan Jimin dia semakin menyesal atas semua yang dilakukannya pada Jimin selama ini. Oleh karena itu, dia ingin menebus semua kesalahannya itu. Itulah kenapa Yoongi menyuruh Jihyun untuk menemani Jimin sementara waktu.
Cklekk..
Jihyun membuka pelan pintu ruangan Jimin. Dan dia tiba-tiba terpaku di tempatnya saat melihat apa yang ada dihadapannya. Jimin sedang berdiri seraya menatap keluar jendela. Tapi saat mendengar suara pintu, Jimin langsung mengalihkan perhatiannya itu dan menatap Jihyun disana. Dan tanpa di duga hal pertama yang diterima Jihyun saat itu adalah senyuman dan ucapan hangat Jimin.
"Kau sudah datang ?" Ucap Jimin dengan senyum yang mengembang di wajahnya
Jihyun sempat terpaku melihat senyuman Jimin itu. Rasanya sudah lama sekali Jihyun tidak melihat senyuman itu. Senyum tulus tanpa sedikit pun kepura-puraan di dalamnya.
"Eoh. Maaf aku baru bisa menemui mu lagi sekarang." Jihyun menghampiri Jimin
"Kenapa kau minta maaf ? Aku sudah dengar dari Yoongi hyung. Katanya Eomma jatuh sakit karena ku jadi harusnya aku yang minta maaf."
"Tenang saja, eomma sudah sembuh kok. Eomma dan Yoongi akan segera kemari setelah menyelesaikan urusan mereka." Ucap Jihyun lalu memakaikan mantel yang dipakainya
Dia juga menutup jendela yang dalam keadaan terbuka.
"Kenapa kau berdiri disini ? Kau baru saja sembuh dan udaranya sangat dingin. Yang ada kau sakit lagi nanti." ujar Jihyun penuh perhatian
"Hari ini turun salju pertama. Jadi aku ingin melihat dan merasakannya secara langsung." Jawab Jimin kembali melihat ke arah luar
"Tapi sekarang sudah selesai kan ? Jadi, lebih baik kau kembali ke ranjangmu sekarang!" Titah Jihyun
"Ayo!" Jihyun mengulurkan tangannya
Jimin yang melihat itu langsung tersenyum dan menerima uluran tangan Jihyun itu. Saat dia menggenggam tangan Jihyun ada perasaan familiar yang Jimin sudah hampir lupakan selama ini. Rasanya hangat dan nyaman.
"Pelan-pelan!" Jihyun membantu Jimin berbaring di ranjangnya
Jimin yang merasa tidak nyaman jika harus berbaring akhirnya memilih untuk duduk bersandar di sana.
"Jimin-ah!" Seru Jihyun tiba-tiba
"Eoh ?"
"Apa kau baik-baik saja ?" Tanya Jihyun sedikit ragu
Walaupun pertanyaan itu bisa memiliki banyak arti tapi Jimin paham betul maksud dari pertanyaan itu.
"Apa kau masih mengkhawatirkan ku ?" Tanya balik Jimin
Jihyun terdiam tidak menjawab.
"Jangan khawatir! Aku sudah baik-baik sekarang. Aku sungguh tidak apa-apa. Sejak aku mengatakan semuanya pada kalian, semua beban di pundak ku sudah benar-benar hilang sekarang." Jawab Jimin seraya mengulas senyumnya
"Kau tidak berbohong ?" Tanya Jihyun tidak percaya
"Apa aku terlihat seperti berbohong sekarang ?" Jimin menatap lekat Jihyun
Jihyun menatap Jimin juga sebelum akhirnya menggeleng pelan.
"Jimin-ah! Mianhae." Gumam Jihyun pelan
