"Oi, yang lain mana?" Arsa bertanya pada Nami yang sedang melamun beberapa menit.
"Astaga Ar, untung gue ketemu lo disini! Plis, tolongin gue yaaa"
"Lo kenapa sih?!"
"Nyasar..." Arsa menatapnya beberapa saat.
"Lo sendiri?" tanya Nami.
"Abis dari toilet"
"Oh... yaudah, ayok. Kita cuma dikasih waktu sejam kan?" kali ini, Nami memimpin jalan. Rasa takutnya hilang saat ia tahu bahwa ia tidak lagi sendiri.
"Ar, ayok!" Nami melanjutkan jalan, tapi menyadari Arsa tidak menyusulnya membuat ia berbalik.
"Ar, lo ngapain sih masih disitu? Ih, cepetan dong. Jangan sampe kita ketinggalan perahu nih" Arsa masih diam.
Akhirnya, Nami melihat arah mata Arsa yang menuju kakinya. Namira berjalan dengan sedikit pincang menggunakan kaki telanjang. Arsa melihatnya dengan tanda tanya.
"Oh, sendal gue copot" dirinya justru tersenyum saat mengatakan hal yang membuat ia hampir menangis beberapa menit lalu.
"Pake" Arsa menyodorkan sandal miliknya, sementara Nami mematung beberapa detik.
"Oi, nih pake" katanya sekali lagi.
"Gausah, gue gapapa kok"
"Gue beli waktu balik aja, mending sekarang kita cari yang lain aja dulu"
"Lo mau cari mereka disaat jalan aja lo masih pincang? Yakin?"
Arsa membuatnya tersadar, ia menahan sakit di telapak kakinya.
"Gue.. gapapa"
"Pake atau kita gak jalan sama sekali"
"Terus lo pake apa?"
"Gue cowok, santai saja. Udah berapa lama lo jalan pincang kayak gini?"
"Baru aja kok, lima belas menit yang lalu" jawabnya, masih tersenyum.
"Gila lo! Buruan pake, biar cepet ketemu yang lain" Nami tidak punya pilihan lain.
Ia memakai sandal milik Arsa dan berjalan membelakangi laki-laki itu.
'Gue pake barang punya Arsa?'
Dirinya masih tidak menyangka akan ada keadaan dimana ia dan Arsa benar-benar berdua. Membayangkan saja sudah tidak sanggup.
"Lo mau ilang lagi?" Arsa membangunkannya dari lamunan.
"Ha?"
"Cepetan sini, jangan dibelakang" akhirnya, mereka berjalan beriringan.
Mereka berjalan sambil melihat beberapa satwa, tidak serta merta mencari teman yang lain. Saat mereka berpapasan dengan teman seangkatannya, Nami segera menjaga jarak dari Arsa.
Ia tidak mau dijadikan bahan obrolan, lebih tepatnya agar Arsa tidak merasa beban ada di dekatnya. Sementara itu, Arsa hanya heran melihat tingkah Nami.
Ia tidak sadar bahwa Nami sengaja melakukan hal itu. Butuh waktu sekitar lima belas menit sampai mereka bertemu kembali dengan anggota untuk kembali ke perahu.
Nami dan Arsa memutuskan menunggu didekat pulau, tapi ternyata keenam teman mereka sudah menunggunya.
"Nam, lo kemana aja sih?" Raya menghampiri Nami terlebih dahulu, menanyakan keadaan.
"Lo kenapa tadi ilang sih, Nam?"
"Desya..." Zidan mengingatkannya untuk tidak membahas itu, bukan saatnya Nami disalahkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Anaimy (JJH x JCY)
Teen Fiction"Gue tanya sekali lagi. Apa pernah gue ngasih harapan buat lo?" Gadis itu hanya diam. "Namira..." "Apa?" ia hanya bertanya kembali tanpa berniat menjawab pertanyaan sebelumnya. "Lo belum jawab pertanyaan gue" lelaki itu terus mendesaknya untuk menj...
